Kehadiran Fintech, Membuat Sistem Keuangan Semakin Inklusif

JayantaraNews.com, Jakarta 

Belakangan, startup fintech sedang bermunculan di Indonesia. Banyak orang-orang kota terutama generasi milenial yang tertarik dengan uang digital sebagai sarana transaksi sehari-hari.

Casytha Arriwi Kathmandu, SE, anggota DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah, Komite lV, menjelaskan, OJK sebagai lembaga yang mengawasi jasa keuangan sudah mengeluarkan regulasi mengenai uang digital, dan para pelaku startup fintech harus mematui regulasi yang ada, agar kegiatan fintech tidak merugikan masyarakat.

Walaupun uang digital sudah ada regulasinya, tapi kenyataannya masih banyak startup fintech yang menjalankan operasinya secara illegal.

Pemerintah lewat OJK telah mengeluarkan rilis startup fintech yang illegal, maka masyarakat harus membaca rilis yang dikeluarkan OJK, agar tidak menggunakan fintech yang illegal untuk menghindari kerugian.

Fintech bisa mendorong gerak dan pertumbuhan ekonomi nasional karena sangat praktis dan cepat proses transaksinya.

Masyarakat Indonesia masih belum familier terhadap fintech, apalagi masyarakat yang ada di daerah yang masih terbiasa dengan bank konvensional dalam bertransaksi keuangan.

Bank konvensional lebih aman, karena bank konvensional dijamin LPS dan kinerjanya setahun sekali diperiksa oleh OJK, sedangkan fintech tidak. Mengenai bunga, bank kovensional bunganya rendah, sedangkan fintech bunganya sangat tinggi bahkan ada yang 30%.

” Startup fintech dalam penagihan pinjaman menggunakan segala cara. Misal, semua teman si peminjam diberi tahu lewat sms, bila si peminjam tidak membayar pinjamannya,” ujar Casytha Arriwi Kathmandu, di komplek parlemen, Selasa, 15/10/2018

Casytha Arriwi Kathmandu, SE berharap, yang pertama, perbankan konvensional bisa bersinergi dengan startup fintech. Kedua, pemerintah memperjelas peraturan startup fintech biar terjadi transparansi dalam mengoperasionalkan keuangannya. Ketiga, dengan bertumbuhnya startup fintech di Indonesia, maka akan bisa mendorong sistem keuangan di Indonesia dan menjadi semakin inklusif. (Smn)