Uang Raib & Merasa Dirugikan Oknum POLISI, Roliana Lapor Ke POLRES Lotim

Gambar Ilustrasi

JayantaraNews.com, Lombok Timur

Nasib malang serta naas menimpa salah satu warga inisial ‘MZ’ di Dasan Rumbuk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Niat baik korban MZ yang ikut seleksi tes Bintara Polri pada Tahun 2012, Kandas.

MZ (korban) tidak berhasil lolos dalam seleksi penerimaan calon Bintara Polri tersebut, pasalnya ia (ibu korban Roliana-Red) mengakui telah menyerahkan uang sebesar 150 Juta, dan 25 Juta yang langsung ditransferkan melalui bank kepada oknum Polisi berinisial ‘MH’.

Roliana (ibu korban)

Diketahui, bahwa oknum tersebut saat saat ini masih menjabat sebagai Anggota Bamin Ops Polres Mataram.

Sementara, Roliana (ibu korban/red) menuturkan pada awak media saat ditemui di Mapolres Lombok Timur, saat ibu korban menanyakan sejauh mana proses hukum terkait kasus yang pernah dilaporkan tersebut.

Ia merasa kecewa dan sangat kesal terhadap oknum Polisi berinisial ‘MH’, karena sudah menyerahkan sejumlah uang tersebut sesuai dengan permintaan untuk biaya masuk Bintara Polri.

” Malang nasib anak saya, tidak lulus dan uang yang diserahkan tersebut amblas tidak dikembalikan sesuai dengan kesepakatan,” ungkap Roliana (ibu korban).

Kemudian atas kejadian tersebut, Roliana (ibu korban) bersama keluarganya membuat aduan Ke Polres Mataram. Pada saat itu, Kapolres Mataram masih dijabat AKBP Muhammad.

Roliana menjelaskan, bahwa pada saat itu telah diupayakan mediasi serta menemukan kedua belah pihak antara korban dengan oknum MH.

Kemudian MH dan ibu korban sepakat untuk menyelesaikan secara keluargaan, dan MH sendiri sanggup mengembalikan kerugian korban tersebut, ucapnya.

Setelah sekian lama ibu korban menungu itikad baik oknum MH, namun tidak pernah merealisasikan janjinya untuk kembalikan sejumlah uang biaya yang sudah ia minta dari korban.

Atas permasalahan tersebut, Roliana (ibu korban) merasa dirugikan. Ia membawa masalah itu melalui ‘Jalur Hukum’, didampingi keluarganya melaporkan ke Satreskrim Polres Lombok Timur.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Yugi Purusa Utama, SE, SIK

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Yugi Purusa Utama, SE, SIK, saat ditemui JayantaraNews.com di ruang kerjanya, membenarkan atas laporan kasus tersebut. 

Ia mengungkapkan, bahwa proses hukumnya sudah berjalan dan masih menyiapkan salah satu alat terkait kasus tersebut, baru kemudian akan dilakukan gelar pekara.

Yogi mengatakan, bahwa dalam kasus tersebut, pihaknya sangat antensi dan tidak ada lagi upaya jalan untuk mediasi, karena oknum tersebut (MH) sudah diberikan banyak waktu serta kesempatan agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Sempat juga dipertemukan serta dimediasi oleh Kapolres Mataram saat dijabat oleh (AKBP Muhammad) pada waktu itu. Namun hanya niat saja mau kembalikan uang korban. Namun hingga saat ini, kenyataannya belum dikembalikan sama sekali. ” Meskipun oknum (MH) salah satu Anggota Polri, tapi dalam masalah ini, saya tekankan untuk selalu kooperatif, dan MH tidak pernah mangkir dalam setiap panggilan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yogi mengatakan, bahwa secara pribadi dan institusi sangat antensi atas kasus tersebut, apalagi diketahui korbannya merupakan anak yatim serta berasal dari keluarga kurang mampu. Dan uang yang dikeluarkan merupakan hasil dari penjualan tanah warisannya. Karena atas perintah oknum ‘MH’, akhirnya ibu korban mau menjual warisan dengan dengan iming-iming anaknya ‘MZ’ lulus dan diterima sebagai anggota Polisi.

Masih kata Yogi, bahwa pihaknya sedang melengkapi satu alat bukti lagi, lalu akan melakukan gelar pekara dan dinaikan kasus tersebut ke Kejaksaan setelah  P21, pungkasnya. (Tim JN)