Maraknya Kembali Judi Jackpot Di Kota Medan, Penegak Hukum Seakan Tutup Mata

JayataraNews.com, Sumut

Setelah beberapa hari lalu sempat diberitakan mengenai ‘Menjamurnya Judi Dingdong (Jackpot)’, yang ada di Kota Medan sempat viral di media cetak dan online, namun demikian, hingga saat berita ini ditulis, masih terlihat belum adanya tindakan tegas terhadap pemilik judi Dingdong (Jackpot) tersebut dari aparat Kepolisian wilayah setempat.

Seperti diketahui, ada beberapa lokasi judi Dingdong (Jackpot) yang ditemukan oleh Tim, di Jalan Denai Kelurahan Tegal Sari l Kecamatan Medan Area, yakni; terdapat di Jalan Denai Gang Jati (6 unit), Gang Singkat (4 unit), dan Gang Kapur (5 unit).

Di wilayah Medan Timur sendiri, dimana pada awalnya hanya satu titik, namun kembali ditemukan ada titik lokasi baru, seperti yang ada di Jalan Dorowati Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur. Di wilayah ini ada sebanyak 3 unit mesin Jackpot Dingdong, selain ada juga di pinggir jalan sekitar Masjid Taufik Kecamatan Medan Timur terdapat 4 unit mesin Jackpot Dingdong.

Hari ini, Sabtu (19/10), awak media mendapatkan informasi dari masyarakat setempat inisial WH, warga Jalan Mandala By Pass yang mengatakan, bahwa pas berada di Warkop Dekat Gang Jati tersebut, ada di dalam rumah warga inisial ‘I’, ditempati judi Jackpot/Dingdong dan banyak orang-orang yang bermain Judi Jackpot tersebut.

Dari beberapa lokasi judi tersebut, sedikitnya ada sekitar beberapa unit mesin Jackpot Dingdong, bahkan bisa jadi lebih banyak.

Untuk itu jelas sudah, bahwa penyakit masyarakat, yakni perjudian mesin Jackpot Dingdong bukan hanya menjamur, namun marak beroperasi dimana-mana di Kota Medan khususnya.

Dalam hal ini, masyarakat kembali meminta agar aparat penegak hukum, segera melakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku, serta menutup semua tempat-tempat lokasi judi Dingdong (Jackpot) di wilayah Kota Medan.

Tokoh masyarakat, Ketua LSM Sumatera Utara Gebrak Sriwijaya  Jamaluddin Harahap, saat dimintai pendapatnya mengenai hal ini mengatakan,” Maraknya judi Dingdong (Jackpot) ini memang menjadi penyakit masyarakat yang cukup meresahkan, dimana para pemainnya bukan hanya orang dewasa namun juga anak-anak pelajar,” terangnya.

Saat awak media mengkonfirmasi melalui pesan WhatsAap-nya kepada Ajudan Kapolrestabes Medan Aiptu Ayatullah, sampai berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan. (Sp)