Camat Ibun Bangun ‘Tugu Borondong’ Bangkitkan Kembali Para Pengrajin

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Untuk memperlihatkan jati diri Kecamatan Ibun, Camat Ibun Adjat Sudrajat membuat prasasti Tugu Borondong.

Dibangunnya Tugu Borondong, karena borondong identik dengan masyarakat Ibun, dimana dulunya wilayah Ibun merupakan penyuplai borondong di wilayah Majalaya.
   
Di wilayah Kecamatan Ibun ini banyak para pengrajin borondong semenjak dahulu hingga sekarang, namun pengrajin borondong tersebut seakan lepas dari perhatian pemerintah,  bahkan seolah pemerintah daerah tak lagi peduli dengan keberadaan pengrajin borondong.

Kini, setelah pemerintahan Kecamatan Ibun dipimpin oleh Adjat Sudrajat, para pengusaha borondong mulai diperhatikan dan diberdayakan kembali.

Kuliner khas Ibun ini kini mulai bangkit dengan adanya perhatian dari Camat Ibun. Dan untuk menghargai para pengrajin borondong, Camat Ibun berinisiatif membangun Tugu Borondong yang direncanakan menghabiskan anggaran Rp 100 juta.


    
Saat dihubungi disela-sela peletakan batu pertama, Adjat Sudrajat mengatakan,” Dengan dibangunnya Tugu dan Prasasti Borondong ini, diharapkan masyarakat luar Ibun tahu, bahwa Ibun merupakan salah satu pengrajin borondong terbesar di Kabupaten Bandung. Bahkan, borondong di wilayah Ibun sudah dikenal di wilayah Indonesia. Jadi borondong produksi pengrajin Ibun, jauh berbeda dengan borondong hasil dari daerah lain, dari rasa dan nikmatnya jauh berbeda,” jelasnya.
  
” Saya berharap, dalam pembangunan Tugu Borondong ini, dapat memacu kembali masyarakat untuk memproduksi kembali borondong, karena borondong yang terbuat dari gula dan ketan dan dibuat oleh para pengrajin Ibun, rasanya jauh berbeda dengan borondong yang lain. Mudah-mudahan borondong Ibun bisa meningkatkan kembali ekonomi warga Ibun,” urai Adjat Sudrajat.

Adjat menambahkan,” Dibangunnya Tugu Borondong ini, selain memicu warga untuk berminat kembali menjadi pengrajin borondong, tugu ini juga menjadi simbol bahwa wilayah Ibun identik dengan kuliner khasnya, yaitu borondong,” ungkapnya. (Egi Bina Pratama)