Kisruh Penjaringan Balon Kades Di Sukabumi Berlanjut Ke Gedung DPRD

JayantaraNews.com, Sukabumi

Akibat kinerja Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) yang diduga curang, akhirnya puluhan warga dari berbagai desa mengadakan aksi demo di depan gedung DPRD Kabupaten Sukabumi. Salah satunya adalah dari Desa Mekarsakti (Kecamatan Ciemas), warga Desa Kademangan (Kecamatan Surade), Desa Gunung Karamat (Kecamatan Cisolok), dan dari dapil dua Parakansalak, Senin pagi 28 Oktober 2019.

Mereka melakukan unjuk rasa, perihal ‘Proses Penjaringan Data Bakal Calon Kepala Desa’ di wilayahnya, yang diduga kuat adanya kecurangan yang dilakukan oleh Panitia Pilkades tingkat desa maupun kabupaten.

Hal itu dibenarkan H Ridwan Nurjaman dan Endang Sutisna, dua Balon Kades Mekarsakti. Demikian juga Ahmad Sudrajat Balon Kades dari Desa Kademangan, serta balon lainnya yang dinyatakan tidak lolos dalam proses Uji Kompetensi sebelumnya oleh Panitia Akademisi di tingkat kabupaten.

Setelah beberapa kali mengajukan gugatannya, baik ke Kantor DPMD maupun ke tempat dimana mereka melaksanakan Ujikom sebelumnya, yaitu Kampus Stisip Widyapuri Cisaat Sukabumi.

Setelah melakukan mediasi dengan Kadis DPMD, wakil panitia tingkat kabupaten serta dari pihak akademisi, beberapa Balon merasa tidak adanya penjelasan yang memuaskan.

Senin 28 Oktober, kedua Balon Kades Mekarsakti, serta Balon lainnya beserta pendukungnya, kembali melakukan aksinya mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Sukabumi.

Aksi mendatangi Kantor DPRD tersebut merupakan aksi kelanjutan, setelah beberapa kali mereka melakukan langkah, namun tidak menemui titik terang.

Dade Sugiyanto, sebagai pelaksana aksi didampingi dua Balon Kades H Ridwan Nurjaman dan Endang Sutisna dari Mekarsakti, bahkan nampak hadir pula Ahmad Sudrajat dari Desa Kadaleman juga desa lainnya yang akhirnya difasilitasi anggota DPRD Kabupaten Sukabumi (Komisi 1) untuk musyawarah/audiensi, bersama Tim Unras di gedung DPRD, sekira pukul 10.00 WIB.

Nampak hadir di audiensi tersebut, Ketua Komisi 1 (Paoji) dan anggota Komisi 1 lainnya, Kapolsek Ciemas dan Pelabuhanratu juga jajarannya, Danramil Pelabuhanratu, Satuan PP Kabupaten dan puluhan timses dari beberapa Balon Kades.

“ Aksi kami mendatangi Kantor DPRD sekarang, adalah bentuk ketidakpuasan kami atas langkah kami sebelumnya ke beberapa panitia Pilkades, baik kabupaten maupun desa. Kami merasa seperti bola, diover sana over sini,” bebernya.

“ Kami ingin sekali kejelasan yang terang benderang atas apa yang kami ajukan saat ini. Dari akademisi juga yang kita banggakan saat ini seperti Stisip dan Umi, kenapa kesannya sangat tidak adanya transparansi, atau seakan ada main,” tambahnya.

Ahmad Sudrajat Balon Kades Kademangan, Kecamatan Surade mengungkapkan kekecewaannya. “ Saya tanggal 21 Oktober dapat SK dinyatakan lolos oleh Panitia Pilkades Kabupaten, tetapi di tanggal 23 Oktober saya kembali mendapatkan SK bahwa saya tidak lolos. Dan ketika saya lihat hasil Ujikom, awalnya ranking saya 1 (satu), malah berubah menjadi ranking 6 (enam). Ini ada apa? Saya akan gugat ini,” paparnya.

Anggota Komisi 1 (Badri, S.Ip, MH) menjelaskan,” Setelah kami telaah dan kaji dari setiap laporan bapak sekalian, seolah ini panitia Pilkades kabupaten dan desa saling lempar, terkait hasil Ujikom yang diminta Balon Kades untuk ditunjukan, kalau memang ada aturan harus melalui sidang, ya tempuhlah itu. Tapi kalau tidak ada alasan yang jelas, kami akan menindaklanjuti masalah ini. Kalau perlu kami akan buat hak angket dengan bupati, kalau tidak ada titik temu nantinya,” terangnya.

Ujang Abdurrohim Rochmi (H Batman), anggota DPRD Komisi 1, turut bicara! “ Kami juga berharap kepada warga masyarakat Sukabumi, agar proses ini biarkan berjalan. Artinya, proses ini tidak seperti makan cabai, artinya ada uji evaluasi yang akurasinya jelas. Jangan khawatir, kami akan terus mengkordinasikan dan memproses desa-desa yang bermasalah nantinya dengan panitia Pilkades, baik tingkat kabupaten maupun desa dan juga dengan Stisip dan UMI,” tutupnya. (Pid)