Eksistensi Ideologi Pancasila Di Era Globalisasi

JayantaraNews.com, Jakarta 

Pancasila sebagai ideologi bangsa yang digali dari akar budaya nusantara, akan tetap eksis di era globalisasi, karena mengandung nilai-nilai universal.

Hj Andi Nirwana, anggota DPD Komite lll, senator dari Sulawesi Tenggara ini mengatakan, Pancasila harus menjadi life style dan pedoman yang mengatur segala lini kehidupan, termasuk pemuda milenial, agar tidak terbawa arus globalisasi yang penuh tantangan dan persaingan secara membabi buta.

” Jangan sampai generasi muda terpengaruh oleh ideologi asing, maka pemerintah perlu melakukan bebrapa hal, yang pertama; memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai  Pancasila melalui kegiatan sosialisasi 4 pilar misalnya.  Kedua; menumbuhkan kecintaan terhadap Pancasila dan sikap nasionalisme melalui kegiatan-kegiatan positif, seperti kegiatan bela negara,” ujar Hj Andi Nirwana, via WhatsApp, Senin, 28/10/2019.

Menurutnya, budaya asing tidak bisa dinafikan (ditolak) di era globalisasi, yang harus dipastikan adalah nilai-nilai dari akar budaya tetap ada dan dipertahankan.

Generasi muda harus mendapatkan pendidikan karakter dengan membangun watak dan jiwanya, agar mencintai budaya sendiri. Ini dilakukan untuk membentengi diri agar terhindar dari arus budaya asing yang negatif.

Pemuda merupakan penerus bangsa. Perlu ditanamkan pada generasi muda, bahwa menghormati dan memahami sejarah masa lalu itu sangat penting. Pemerintah dapat mewujudkan generasi muda sadar dan tidak melupakan sejarah bangsanya dengan cara  menyajikan atau menyuguhkan  ilmu-ilmu tentang sejarah berupa seminar-seminar kebangsaan juga menerbitkan buku-buku terkait sejarah dan lain sebagainya.

Dia mengharapkan, generasi muda kita tetap bisa eksis dan tetap memiliki jati diri di era globalisasi. Untuk itu perlu dibekal pendidikan karakter, baik melalui cara konvensional maupun melalui literasi digital.  Generasi muda harus dan wajib memiliki sikap toleransi, sikap saling menghormati, memiliki etiket dan etika dalam pergaulan, memiliki bekal ilmu pengetahuan dan skill yang mumpuni untuk menghadapi persaingan kerja dalam dunia pasar bebas.

Sebagai pewaris bangsa dan pengemban tongkat estafet keberlanjutan kehidupan berbangsa, maka pemuda merupakan kunci kesuksesan dan kejayaan Indonesia. Untuk itu pemuda perlu memahami apa perannya. Peran yang pertama,  pemuda harus menjadi agen perubahan karena  pemuda memiliki peran besar dalam menumbuhkan perubahan di lingkungan maayarakat. Peran yang kedua, pendidikan adalah modal paling penting, untuk membangun Indonesia lebih maju, pemuda wajib memiliki keunggulan untuk memberikan perubahan dalam pembangunan di masa yang akan datang.  Peran yang ketiga, pemuda harus memelihara nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki bangsa dalam mewujudkan keberlangsungan budaya di tengah masyarakat. (Smn)