Diduga Terbitkan Puluhan SKT Lahan HGU PTPN II, Kades Selemak Terancam DiPolisikan

JayantaraNews.com, Sumut

Kepala Desa (Kades) Selemak, Kecamatan Hamparan Perak (Rohmad) kemungkinan akan dipanggil penyidik Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Belawan karena diduga mengeluarkan puluhan SKT (Surat Keterangan Tanah) di lahan HGU PTPN-2 Desa Klumpang Kebun, Selasa (5/11/2019).

Menurut pegawai Kantor Kebun Helvetia, Klambir V dan Klumpang, Ned (48), sebelumnya ada pengaduan warga Dusun 3, Desa Selemak atas nama Herman ke Kantor Manajer Klumpang Kebun terkait SKT. Lantas pengaduan itu diarahkan ke Kantor Direksi PTPN-2 Tanjung Morawa.

Pengaduan warga yang telah disposisi lalu diarahkan kembali ke Kantor Manajer Klumpang Kebun untuk dibuat laporan kepada pihak Kepolisian.

Menurut warga bermarga Saragih (62), Kades Selemak, Rohmad berkeluh karena disuruh warganya untuk menerbitkan surat keterangan tanah (SKT) untuk jual beli di lahan HGU PTPN-2 yang masih aktif. Karena akan menimbulkan permasalahan besar, lantas dirinya mengakui tak mau melakukannya.

Rohmad juga menerangkan kalau lokasi tanah bakal dipanjar oleh pengembang senilai 2 milyar apabila surat telah terbit.

Terpisah, Faisal pegawai di Kecamatan Hamparan Perak menerangkan, bahwa surat dari Reskrim Polres Pelabuhan Belawan diterimanya Jumat (1/11/2019) malam kemarin, dari pegawai PTPN-2 bernama Ned, dan saat ini surat itu telah diserahkan kepada Camat Hamparan Perak.

Ketika awak media ini menanyakan perihal apa surat dari pihak penyidik Polres Pelabuhan Belawan sampai kepada Camat Hamparan Perak? Faisal tak menjawab, dan dirinya belum mengetahui terkait permasalahan apa sampai Camat Hamparan Perak dipanggil oleh pihak juper Polres Pelabuhan Belawan. Saat itu Faisal pun menambahkan keterangannya kepada wartawan,” Karena ada 4 petugas dari Kepolisian mendatangi Kantor Desa Selemak, Selasa (5/11/2019) siang,” katanya.

Sedangkan Camat Kecamatan Hamparan Perak, Amos F Karo-Karo belum bisa ditemui.

Konfirmasi Kepala Bagian (Kabag) pengamanan aset HGU dan Eks HGU beserta isinya PTPN-2, Imam Subakti dalam kiriman pesan singkat melalui WhatsApp, belum mengetahui persoalan surat tanah yang timbul di areal kebun PTPN-2. Dalam kiriman jawaban konfirmasi, Imam merasa berterimakasih atas informasi yang diberikan wartawan kepadanya.

Sampai berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico Lavian Chandra, SIK belum memberikan jawaban konfirmasi. (sp)