Loading...

Soal Anggaran Promosi Pariwisata Disparbud Karawang, Andri: Alasannya Rasional & Memang Diperlukan!

JayantaraNews.com, Karawang

Sebelumnya, anggaran promosi pariwisata di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karawang untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar Rp 1,5 miliar, mendapat kritikan keras dari Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang, karena di anggap hanya menghambur-hamburkan serta pemborosan APBD saja.

Hingga akhirnya, Pemerhati Politik dan Pemerintahan Karawang pun (Andri Kurniawan) angkat bicara menyikapi kritikan Komisi IV DPRD Karawang.

” Belum juga terealisasi programnya, kok sudah bilang menghambur-hamburkan uang. Semestinya jangan dulu berstatement begitu, tanya dan minta dipresentasikan terlebih dahulu oleh Disparbud Karawang. Seperti apa dan bagaimana program promosi pariwisata yang akan dilakukan oleh Disparbud di tahun 2020 nanti,” tutur Andri, saat berbincang dengan Tim JayantaraNews.com, Minggu sore (10/11/19).

” Jika saya baca pernyataan Kepala Disparbud Karawang di salah satu media massa, alasan serta tujuannya sangat rasional, dan memang sangat diperlukan program promosi pariwisata Karawang,” imbuhnya.

Sebenarnya selama ini, Karawang memiliki potensi wisata yang sangat bagus, dari mulai potensi wisata laut, curug, sampai potensi wisata kepurbakalaan yang berada di Situs Candi Jiwa Batujaya dan potensi wisata lainnya. Bahkan, wisata religi pun Karawang tidak kalah dengan daerah-daerah lainnya. ” Selain persoalan infrastruktur, promosi juga di anggap sangat perlu. Karena bagaimana masyarakat secara nasional, bahkan internasional bisa tahu soal potensi wisata Karawang?, kalau minim publikasi, dalam hal ini promosi.”

Adapun, soal besaran nilai yang mencapai Rp 1,5 M, sangatlah wajar untuk anggaran promosi atau iklan. Tinggal DPRD Karawang tanya, seperti apa konsep promosinya?, tanpa harus langsung mengatakan bahwa program tersebut merupakan program menghambur-hamburkan anggaran. ” Zaman sekarang mana ada sih biaya promo atau iklan yang murah, apalagi itu untuk satu tahun anggaran. Saya kira sangat wajar,” ulas Andri.

” Dan untuk Kadisparbud Karawang Pak H Okih Hermawan, saya sarankan jangan menyerah begitu saja. Pertahankan saja program promosi tersebut, jangan sampai dicoret pada APBD Tahun Anggaran 2020,” pangkas Andri. (Red)