Protes Warga Jatirasa Barat Soal Penebangan Pohon Di TPU, Ini Penjelasan Pemerhati:

JayantaraNews.com, Karawang

Adanya protes warga Jatirasa Barat, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, terkait penebangan pohon randu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang sedang dilakukan pemagaran oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Karawang, terus saja bergulir, menyusul adanya penebangan pohon yang disinyalir tanpa seizin dari pihak yang menanamnya atau dari warga lingkungan setempat.

Kabar lain menjelaskan, dimana Pemerhati Politik dan Pemerintahan Andri Kurniawan, yang sebelumnya menerangkan soal adanya Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbub) terkait larangan menebang pohon secara sembarangan, namun kali ini menyampaikan kabar berbeda.

” Sudah saya telusuri soal keluhan warga Jatirasa Barat tersebut kepada pihak-pihak yang berkompeten, dimana penebangan pohon randu di halaman TPU yang sedang dilakukan pemagaran oleh Dinas PRKP Karawang itu, berdasarkan usulan resmi warga melalui surat yang ditandatangani oleh Lurah Karangpawitan dan Camat Karawang Barat kepada Kepala Dinas PRKP Karawang, dengan nomor surat 146/62/Kel/2019, perihal penebangan pohon yang dibuat tanggal 15 Oktober 2019.” Demikian, Andri Kurniawan melalui JayantaraNews.com menyampaikan, Selasa (12/11).

” Kalaupun ada sebagian warga yang tidak mengetahui perihal surat usulan itu, dan memprotes penebangan pohon randu di halaman TPU yang sedang dilakukan pemagaran, saya anggap sangat wajar. Yang namanya warga lingkungan kan tidak semua mengetahuinya, apalagi kalau saya baca pada pemberitaan sebelumnya, ada cucu dari pihak yang menanam pohon randu tersebut ikut protes.”

” Sekarang, tinggal bagaimana meluruskan apa yang sudah terpublikasi ke publik, agar semuanya jadi berimbang,” tuturnya, sembari menambahkan: ” artinya, penebangan pohon randu tersebut sudah berdasarkan prosedur yang benar. Karena sudah dapat dibuktikan dengan adanya surat usulan penebangan dari masyarakat di lingkungan setempat melalui pihak kelurahan. Dasar usulan warga Jatirasa dikarenakan ada kekhawatiran bahwa pohon randu tersebut kalau tidak ditebang akan tumbang dengan sendirinya, sehingga berpotensi membahayakan warga atau pengguna jalan,” pungkasnya. (Red)