Loading...

Ibu Rumah Tangga ‘TAGIH JANJI’ Pemkab Karawang Sulap Sampah Jadi RDF

Gambar Ilustrasi

JayantaraNews.com, Karawang

Luas wilayah Kabupaten Karawang dengan jumlah 30 kecamatan dan 309 desa serta
kelurahan, bukan hanya sebuah kabupaten yang kecil, namun tingkat kepadatan masyarakatnya pun sangat tinggi.

Dari pemaparan di atas, pastinya sangat berpengaruh terhadap persoalan sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Belum lagi sampah-sampah yang dihasilkan dari pasar-pasar tradisional yang ada di Karawang.

Hal demikian seperti yang di utarakan oleh masyarakat Rengasdengklok Fitri Aryanti. Seorang ibu rumah tangga ini mengatakan,” selama ini kita cukup apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang yang terus berupaya mengatasi persampahan, khususnya yang ada di Rengasdengklok dengan terus mengangkut setiap sampah yang dihasilkan dari sampah rumah tangga atau pun sampah dari pasar ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang.”

Namun walau begitu, ibu 2 (dua) anak tersebut mengutarakan harapannya kepada Pemkab Karawang. ” Ada baiknya kalau Pemkab Karawang menambah armada atau mobil angkutan sampah, agar setiap sampah yang dihasilkan oleh pasar Rengasdengklok Karawang tidak terlalu lama menumpuk di bahu jalan.”

” Kemarin juga saya membaca berita di media massa, kalau Pemkab Karawang akan segera melakukan inovasi khusus dalam mengatasi sampah di Karawang dengan cara menjadikan sampah yang masuk ke TPAS Jalupang menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF). Kalau benar, itu sangat hebat sekali dalam mengatasi permasalahan sampah di Karawang,” ujarnya.

” Dengan begitu, sampah benar-benar musnah, bukan hanya dibuang dan dibiarkan menggunung di TPAS Jalupang. Ya logika saya yang awam, kalau pun sampah dari masyarakat di angkut ke Jalupang, lama kelamaan kan TPAS Jalupang juga akan overload, karena kapasitas tempatnya juga terbatas. Masa mau terus memperluas TPAS Jalupang? Boros lahan kalau gitu,” sebutnya.

” Pokoknya saya dukung penuh langkah Pemkab Karawang yang akan mengatasi sampah Karawang tanpa menghasilkan sampah lagi itu. Karena berdasarkan keterangan dari pihak yang akan mengelolanya, setiap sampah yang diproduksi jadi RDF akan musnah, kalau pun ada residu hanya 3 sampai 5% saja. Artinya, setelah jadi RDF, tidak lagi jadi sampah,” ulasnya.

” Saya meminta kepada Pemkab Karawang, agar segera direalisasi program bagus seperti itu. Supaya permasalahan sampah di Karawang dapat teratasi dengan baik dan tuntas,” harapnya. (Ndri)