Loading...

Proyek Gedung Puskesmas Karawang Terancam Mangkrak, Awandi: Sebaiknya Bupati Ganti Kabag Barjas!

JayantaraNews.com, Karawang

Ketua Laskar Merah Putih Markas Cabang (LMP Marcab) Karawang, H Awandi Siroj Suwandi

Pembangunan di Kabupaten Karawang dari semua aspek infrastruktur jalan, saluran irigasi, trotoar, taman sampai tempat-tempat pelayanan publik lainnya terus digenjot.

Seperti halnya proyek pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Karawang Kota dengan anggaran Rp 6,237 miliar.

Hanya saja, pada proyek pembangunan Puskesmas tersebut muncul kekecewaan masyarakat, sehingga terus menjadi sorotan.

Reaksi kembali datang dari Ketua Laskar Merah Putih Markas Cabang (LMP Marcab) Karawang H Awandi Siroj Suwandi, saat diminta pendapatnya. Ia mengatakan,” sungguh ironis, ketika tempat pelayanan publik seperti Puskesmas pembangunannya harus terhenti begitu. Padahal, yang namanya Puskesmas merupakan tempat pelayanan publik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.

” Yang membuat saya tidak habis pikir, bagaimana fungsi Tim Lelang Pemkab Karawang dalam menilai serta menguji peserta lelang. Kok bisa perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan Puskesmas Karawang Kota lolos jadi pemenang?,” ungkap Awandi Siroj heran.

” Kalau dilihat dari fakta yang ada di lapangan, dengan sudah tidak adanya pekerja yang mengerjakan proyek Puskesmas Karawang Kota, ini merupakan gelagat tidak beres. Bisa jadi karena kehabisan modal, sehingga sudah tidak dapat melanjutkan pekerjaan. Ya kalau begitu kenyataannya, boro-boro bisa tuntas sampai 100%,” paparnya.

” Kalau pun pihak pelaksana sudah diberikan Surat Peringatan Kedua (SP2) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang, mustahil kalau bisa selesai sampai batas waktu yang ditentukan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.”

” Tapi, lagi-lagi memang harus merujuk pada ketentuan aturan, tidak dapat main putus kontrak begitu saja. Tapi dengan demikian, jelas menjadi kerugian besar bagi Pemkab Karawang sendiri, bisa-bisa anggaran sebesar itu tidak dapat terserap, dan pembangunan terancam mangkrak serta terbengkalai,” urai Awandi lagi.

” Begitu pun dengan masyarakat, yang seharusnya selesai 20 Desember 2019, dan masyarakat sudah dapat menggunakan fasilitas gedung Puskesmas yang baru, dengan mangkraknya pembangunan pelayanan terhadap masyarakat jadi terganggu.”

” Saran saya untuk Bupati Karawang, Ketua Badan Pertimbangan Jabatan Kepangkatan, dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang, untuk mengevaluasi kinerja Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Kabag Barjas) Sekretariat Daerah (Setda) Karawang, bila perlu ganti saja kalau ada mutasi dan rotasi jabatan nanti,” tegasnya.

” Masalahnya, kok banyak sekali pekerjaan pembangunan yang kurang beres? Fungsi tim lelang di bawah kendali Kabag Barjas kan harus benar-benar selektif dalam menentukan pemenang lelang sebuah proyek Pemerintah.”

” Soal proyek pembangunan Puskesmas Karawang Kota ini, hanya salah satu contoh ketidaktelitian Barjas dalam menyeleksi peserta lelang,” pangkas Awandi Siroj melalui JayantaraNews.com, Sabtu (16/11). (Ndri)