Loading...

PT Bangun Jaya Kontraktor Curug Cinulang Akui Langgar Aturan!

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Pembangunan penataan Curug Cinulang yang berlokasi di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, yang diduga dalam pengerjaannya kurang pengawasan dan tidak dilindungi oleh kesehatan, keselamatan dan keamanan (K3) soal ketenagakerjaan dalam keselamatan kerja, terindikasi proyek ini telah melanggar undang-undang ketenagakerjaan.

Baca juga:
– Proyek Penataan Curug Cinulang Cicalengka Terkesan Tidak Transparan & Tanpa Pelengkap K3 – https://www.jayantaranews.com/2019/11/43137/

– Dikonfirmasi Soal Proyek Penataan Curug Cinulang, KaDisParbud: Saya Belum Lihat Ke Lokasi – https://www.jayantaranews.com/2019/11/43493/
   
Perlu diketahui, pembangunan penataan Curug Cinulang yang menelan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar lebih itu, ternyata diduga tidak adanya ketranparansian dan tidak dilengkapi dengan fasilitas dan sarana keselamatan pekerja.

Padahal, Curug Cinulang yang bertebing dan curam itu, perlu adanya kelengkapan terhadap tenaga kerja dalam menunjang keselamatannya.

Disinyalir, PT Bangun Jaya selaku kontraktor telah melanggar Undang Undang No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, pasal 59 bab Vi.
    
Hal demikian seperti diungkapkan Asep, selaku pimpinan lapangan saat dimintai keterangannya. ” Memang saya mengakui, PT Bangun Jaya telah melanggar Undang Undang No 2 Tahun 2017 tentang keselamatan, keamanan dan kesehatan kerja (K3), dan saya pun sudah berkoordinasi dengan bos saya, namun belum ada anggarannya, karena anggarannya terpakai,” akunya.

” Memang benar, lokasi Curug Cinulang sangat berbahaya dan perkerjaan pun sangat berbahaya, namun harus bagaimana, belum ada anggarannya, karena terpakai dulu oleh kepentingan yang lain. Jadi harap dimaklum saja, dengan keberadaan seperti ini,” ungkap Asep, Korlap PT Bangun Jaya.
    
Pekerjaan penataan tempat wisata alam Curug Cinulang Cicalengka yang menelan anggaran APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Bandung, sepertinya lepas dari pengawasan. Bahkan DPRD Kabupaten Bandung yang telah meninjau lokasi pun sepertinya tidak berkomentar pedas.

Padahal, selain tidak mengutamakan keselamatan kerja, PT Bangun Jaya selaku kontraktor penataan taman wisata alam Curug Cinulang, dalam hal pelanggaran K3 yang dilakukan oleh PT Bangun Jaya pun seakan lepas dari pandangan pemerintah dan unsur APH yang berwenang.

Entah apa yang terjadi, karena dalam pelaksanaan kerjanya pun tidak seperti layaknya pembangunan dengan anggaran pemerintah. (Asep Setiawan)