Dinilai Resahkan Masyarakat, Warga Bukit Ligar Cibeunying TOLAK Keras Pembuangan/Pengelolaan Sampah & Berangkal

JayantaraNews.com, Cibeunying

Tersorotnya salah satu tempat pembuangan berangkal berikut sampah di Kp Parakan Panjang, Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung yang dianggap bandel, menuai reaksi keras dari warga masyarakat sekitar.

Baca berita terkait:
Dianggap BANDEL! Warga Cibeunying Cimenyan PORTAL Jalan Pengurugan Berangkal – https://www.jayantaranews.com/2019/10/42215/

Hal ini memicu protes warga masyarakat sekitar pada si empunya lahan pembuangan berangkal/sampah dimaksud, menyusul setelah terjadinya kebakaran beberapa minggu lalu yang membuat panik warga masyarakat sekitar.

Atas reaksi protes tersebut, pihak kepengurusan mewakili masyarakat, berembuk untuk menutup akses jalan menuju lokasi pembuangan berangkal dengan membuat portal, meski masih saja kendaraan kecil dengan sembunyi-sembunyi membuang berangkal ke lokasi tersebut.

Pada Sabtu, 23 November 2019, Kepengurusan RW 05 dan RW 02 Kp Parakan Panjang dan Bukit Ligar berikut warga masyarakat sekitar yang dihadiri unsur Trantib dan LPM Kelurahan Cibeunying, Satpol PP Kecamatan Cimenyan, FKIC Kecamatan Cimenyan, melakukan pemasangan Spanduk yang berisikan penolakan “Larangan Membuang, Mengelola Sampah ataupun Berangkal,” di wilayah dimaksud.

Haryono, sebagai tokoh masyarakat sekitar sekaligus yang menginisiasi kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa giat ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus sosialisasi kepada masyarakat sekitar akan artinya kebersihan. ” Karena imbas dari pembuangan sampah maupun berangkal yang tidak pada tempatnya, jelas sangat meresahkan masyarakat,” terang Haryono, seraya menuturkan pernah terjadinya kebakaran beberapa minggu lalu dari lokasi pembuangan sampah dan berangkal tersebut.

” Orangnya bandel Pak, seakan hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa menghiraukan dampak yang bekal terjadi,” celetuk ibu-ibu yang juga hadir di giat tersebut.

” Intinya, ini berlaku untuk semuanya, tanpa tebang pilih. Karena kalau bukan kita, ya mau siapa lagi yang peduli akan kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” tandas Haryono lagi.

Ryan dari Satpol PP Kecamatan Cimenyan Tim Siaga 5 Mako Kabupaten Bandung, saat dikonfirmasi, Sabtu (23/11) di lokasi menuturkan,” kami tetap memantau terus. Ini sudah terpasang Perda No 5 Tahun 2015. Jangan sampai adanya pelanggaran dari Perda tersebut yang berimbas pada pidana. Ancaman 6 bulan penjara, denda 50 juta,” tegas Ryan, yang diamini Deni. (Tim)