Komarudin: Semua Dirugikan! Waktu Semakin Mepet, Proyek 6,237 Milyar Mangkrak

Tokoh Masyarakat Karawang, H Komarudin Kosasih

JayantaraNews.com, Karawang

Proyek senilai Rp 6,237 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang untuk pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Karawang Kota, kembali digunjing publik.

Setelah sebelumnya banyak pihak yang menyoal terkait keterlambatan progres pembangunan proyek yang bernilai miliaran rupiah tersebut, dan diprediksi tidak akan selesai sampai batas akhir kontrak nanti, kali ini giliran tokoh masyarakat Karawang H Komarudin Kosasih yang angkat bicara.

Tokoh yang sudah lama tidak terdengar namanya ini mengatakan,” selama ini saya banyak diam, tidak banyak ikut campur urusan pembangunan di Karawang. Tetapi, ketika melihat kondisi seperti yang terjadi pada pembanguna Puskesmas Karawang Kota ini, saya tidak lagi bisa diam. Pasalnya, Puskesmas ini merupakan tempat pelayanan publik yang berkaitan dengan kesehatan. Kalau sudah bicara kesehatan, merupakan pelayanan yang tidak dapat ditunda dengan dalih apapun,” ungkap Komarudin, mengawali bincangan ditemui JayantaraNews.com, Selasa (26/11).

” Dan saya sepakat dengan kawan-kawan lainnya. Dalam permasalahan ini, jika sampai batas akhir masa kontrak tidak selesai, maka sudah dapat dipastikan, yang dirugikan bukan hanya masyarakat saja dari aspek pelayanan kesehatan. Tapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang juga sangat dirugikan terkait serapan anggaran,” katanya.

Bagaimana tidak dirugikan, ujar Komarudin lagi. Yang seharusnya serapan anggaran bisa dimaksimalkan, namun dengan kejadian mangkraknya suatu pekerjaan proyek Pemerintah, jadi terganggu!

” Kasihan ibu bupati dan pak sekretaris daerah (Sekda) selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), nanti oleh masyarakat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang dianggap tidak mampu memaksimalkan serapan anggaran?,” urainya.

” Masyarakat Karawang ini sudah pada pintar dalam menilai segala sesuatunya. Sekalipun ada sanggahan dari Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Karawang yang mengatakan, bahwa untuk mengejar target, pihaknya sudah meminta pelaksana untuk menambah pekerja sampai 50 orang. Tapi pada kenyataannya, di lapangan boro-boro 50 orang, 20 orang juga tidak ada?,” imbuh Komarudin.

” Dan lagi pula, menurut nalar saya, mau berapa banyak orang pun yang mengerjakan, ini bukan solusi. Mengingat sisa waktu yang semakin mepet. Sementara yang rumit dalam pekerjaan konstruksi bangunan, apalagi bangunan untuk tempat pelayanan adalah finishingnya,” ujarnya. (Ndri)