Loading...

Pemuda Ngali Berharap, Pilkades Berjalan Tanpa Politik Uang

JayantaraNews.com, Bima

Menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades) Ngali melalui pemilihan serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2019, sejumlah pemuda Ngali berharap, pesta demokrasi tingkat desa dapat terlaksana secara bersih, adil, dan damai.

Hal tersebut disampaikan oleh mantan Ketua PB AMPEKA (Aliansi Mahasiswa Dan Pemuda Peduli Keadilan) Abdul Gafur, SE. ” Menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades) ini, kami berharap dapat terlaksana secara bersih, adil, dan damai. Mengingat dalam ajang pemilihan kepala desa ini cukup rawan terjadinya politik uang, kekecurangan, serta konflik antar pendukung masing-masing calon.”

” Dalam hal ini pula, banyak hal yang memang perlu kita perhatikan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, apalagi seperti yang pernah terjadi di pemilihan Kepala Desa Renda beberapa waktu lalu yang ditemukan kelebihan surat suara setelah dilakukan penghitungan, bahkan hampir menimbulkan konflik antar calon,” ungkap Abdul Fafur, SE pada JayantaraNews.com.

Menurut Abdul Gafur, dalam pemilihan kepala desa cukup rentan dijadikan sebagai ajang judi dan berharap pihak Kepolisian maupun TNI dapat melakukan pengamanan atau pengawalan yang ketat agar pemilihan kepala desa tidak dijadikan sebagai ajang judi dan lain sebagainya.

” Pemilihan ini sebenarnya cukup rentan dijadikan sebagai ajang judi oleh beberapa oknum dan saya berharap pihak kepolisian maupun TNI dapat melakukan pengamanan atau pengawalan secara ketat agar pemilihan kepala desa tidak dijadikan sebagai ajang judi dan lain sebagainya.”

” Kami selaku pemuda Ngali siap ikut terlibat dan memberikan pencerahan terhadap masyarakat agar bersama-sama melaksanakan pemilihan kepela desa yang bersih dan aman serta terhindar dari konflik antar pendukung calon kepala desa akibat perbedaan pendapat atau dukungan,” ungkap Abdul Gafur. (Dhy JN)