Soal Pencabutan Lampu PJU Ds Rawa Apu Patimuan, Ini Penjelasan Anggota DPRD Cilacap:

Gambar Ilustrasi

JayantaraNews.com, Patimuan

Dendam politik, mungkin kalimat itu yang cocok dilontarkan. Imbasnya, salah satu anggota DPRD Kabupaten Cilacap melampiaskan kekesalannya pada salah satu proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Desa Rawa Apu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap.

Hal demikian sebagaimana diadukan oleh beberapa warga masyarakat Desa Rawa Apu, Kecamatan Patimuan melalui JayantaraNews.com, terkait proyek PJU, pada Senin (6/1/20).

Mereka mengadu, bahwa dalam proyek pembangunan PJU tersebut, ada beberapa togor (tiang) listrik yang tidak diberi penerangan. Bahkan, togor (tiang) yang berada tepat di depan rumah salah satu warga sudah diberi penerangan oleh pihak pemborong proyek PJU, namun dicopot kembali, dengan alasan bahwa dalam peta yang sudah diajukan dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Cilacap, tiang listrik itu tidak termasuk dalam peta yang diberikan dari dinas.

” Padahal, warga masyarakat sekitar tahu betul, bahwa dalam proyek PJU tersebut, adanya pemberitahuan penerangan yang ditempelkan pada setiap togor (tiang) listrik PLN, tetapi ada beberapa togor (tiang) listrik yang sengaja tidak diberi penerangan,” ungkap warga yang enggan disebut jatidirinya.

Masyarakat sekitar menduga, bahwa latar belakang dari tidak dipasangnya penerangan di beberapa togor (tiang) listrik dan pencopotan kembali penerangan di salah satu togor (tiang) listrik yang bertepatan di depan rumah salah satu warga masyarakat RT/RW 04/01 Dusun Cikadim, Desa Rawa Apu, Kecamatan Patimuan itu, lantaran adanya dendam politik dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Cilacap terhadap masyarakat sekitar. Karena pada saat Pileg tahun lalu tidak menggunakan hak pilih untuk memilih dirinya.

Menyikapi atas kejadian tersebut, sontak saja masyarakat berasumsi miring. ” Memalukan, ini mencerminkan bahwa tidak adanya jiwa kepemimpinan dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Cilacap,” tandasnya.

Menyikapi persoalan tersebut guna mengklarifikasi atas aduan masyarakat, JayantaraNews.com melalui pesan WhatsApp-nya segera menghubungi Bambang Wiantoro, selaku Kepala Desa Rawa Apu, Kecamatan Patimuan. Bambang menuturkan,” masalah pencopotan lampu di tiang PJU, malah belum ada keluhan dari warga ke Pemdes mas, coba nanti saya cari informasi,” ringkasnya.

Sementara itu, Murtasimah, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, yang seakan menjadi sasaran miring warga masyarakat sekitar, dihubungi JayantaraNews.com mengatakan,” terkait PJU yang di wilayah RT/RW 4/1 depannya Mas Radi, awalnya saya juga tidak tahu kalau sudah dipasang atau dicabut kembali. Kebetulan saya dapat laporan dari Pak Poniman (guru). Waktu itu, pas saya pulang kerja dan kebetulan di dekat lokasi tersebut sedang dipasang, terus saya tanya ke pekerjanya,” pak, apa betul ada pemindahan lampu.?.” Ia (pekerja) bilang,” ia bu, cuman salah pasang. Harusnya diPalnya depan Pak Warman (mantan Kades), dan bukan di Mas Radi, sesuai dengan data yang dibawa,” kata Murtasimah, sebagaimana yang diungkapkan pekerja PJU.

” Ada 2 pal yang terlewat dan tidak masuk di data. Paling nanti di anggaran berikutnya bisa diusulkan lagi,” terangnya.

Murtasimah juga menekankan, bahwa adanya mis komunikasi di masyarakat tidak ada sangkut pautnya dengan dukung mendukung. ” Tidak ada sangkut pautnya, terkait PJU dengan dukung mendukung mas. Semuanya tetap dipikirkan kok untuk kepentingan umum, khususnya untuk Desa Rawa Apu, Kecamatan Patimuan,” bebernya.

” Prinsip saya, berikan sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Karena seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak, mas,” pungkas Murtasimah.

Dari pemaparan di atas, penulis menyimpulkan, bahwa hendaknya dalam menyikapi, mencermati sekaligus mendalami segala persoalan apapun yang terjadi, selayaknya dipikirkan dahulu. Hal ini agar tidak menimbulkan mis komunikasi yang pada akhirnya akan berdampak pada prasangka buruk terhadap seseorang.

Mari kita duduk bersama, rembug bersama, saiyeg saeka praya dalam rangka menuju Rawa Apu yang lebih baik lagi. Hilangkan prasangka jelek terhadap orang lain.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إياكم والظنَّ، فإنَّ الظنَّ أكذب الحديث

“Jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta” (HR. Bukhari-Muslim)

Kontributor: Sutrisno