Pagu 30 M Proyek Bandara Banggai Laut Sulteng Diduga Diatur & Sarat Kolusi                                                                                

JayantaraNews.com, Jakarta

Bersih-bersih yang dicanangkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, ternyata belum merasuk ke semua lini jajaran di bawahnya.     

Salah satu contohnya, soal tender proyek paket  pengawasan pembangunan lanjutan Bandara Banggai Laut Sulawesi Tengah, dengan pagu senilai Rp 30 miliar, yang diduga sudah diatur dan sarat kolusi.

Pasalnya, pemenang tender yang ditetapkan ULP (Unit Layanan Pengadaan) Kementerian Perhubungan itu tidak memenuhi persyaratan. Dari proposal teknis maupun administrasi yang diajukan PT SMA selaku pemenang tender, penuh kejanggalan.                

Ada dugaan, PT SMA memang sudah diplot sejak awal untuk memenangkan tender tersebut.

Beberapa kejanggalan yang terjadi dalam proses tender proyek ini, antara lain; Pokja ULP tidak menggugurkan PT SMA pada tahap pembuktian, karena tidak dapat menunjukan tenaga ahli dan peralatan sebagaimana disyaratkan.

Kejanggalan lain, tim ahli perusahaan pemenang tender tidak dihadirkan pada saat Pokja melaksanakan klarifikasi.

Sejauh ini, aparat ULP maupun PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Pembangunan Lanjutan Bandara Banggai Laut, belum bisa diklarifikasi awak media.

Catatan awak media, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah memulai pembangunan Bandara Udara di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah sejak Maret tahun lalu.

Bandara ini nantinya diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat setempat yang membutuhkan transportasi yang lebih cepat, aksesbilitas antar pulau dan mampu mengembangkan potensi pariwisata.

Adanya bandara, nantinya dapat  meningkatkan pelayanan transportasi udara dan merupakan respon serta antisipasi terhadap penanganan kepada daerah terisolir, mengingat waktu tempuh di wilayah ini memiliki jarak kurang lebih 10 jam dengan daerah terdekat.

Selain itu, sesuai data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Banggai Laut,  termasuk daerah yang memiliki risiko tinggi seperti gempa bumi, dan tsunami, sehingga dibutuhkan aksesibilitas yang cepat guna mitigasi bencana.

Pada proses pembangunan bandar udara yang merupakan hibah tanah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut seluas 2.234.834 M² dan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No 1457/2018 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Baru di Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah.

Pembangunan tahap awal pada tahun 2019, Kemenhub telah mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk melakukan pekerjaan Clearing dan Grubing serta biaya pengawasan pekerjaan.

Pembangunan bandara pada tahap awal akan dibangun panjang landas pacu (runway) sepanjang 800 M x 23 M dan akan diperpanjang hingga 1.600 M x 30 M, taxiway 93 M x 15 M dan akan diperpanjang hingga 93 M x 18 M.

Apron memiliki luas 60 M x 70 M dan akan diperluas hingga 130 M x 70 M. Untuk terminal tahap awal akan dibangun 330 M2 dan akan diperluas hingga 1.730 M2.

Pada tahap satu, untuk stage 1 pesawat yang akan melayani rute di Bandar Udara Banggai Laut adalah pesawat berjenis Cessna/Grand Caravan dengan target penumpang sebanyak 17.146 per tahun. Sampai rampung nantinya Bandara Banggai Laut diperkirakan menelan biaya Rp 400 milyar. (Lian)