Tahun 2020, PRKP Sumbawa Gelontorkan 1,7 Untuk PAMSIMAS

JayantaraNews.com, Sumbawa 

Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia. Program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.

Pemerintah Sumbawa melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sumbawa, melalui Kabid Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan (ABPL) Erma Suryani, ST mengungkapkan, bahwa Program Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga masyarakat kurang terlayani, termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan.

Ket foto: Kabid ABPL Dinas PRKP Kab Sumbawa, Erma Suryani, ST

Dengan Program Pamsimas, diharapkan mereka dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, ujarnya, Jumat (10/1).

Ia menjelaskan, bahwa penerapan program ini dalam rangka mendukung pencapaian target MDGs (sektor air minum dan sanitasi) melalui perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.

Untuk diketahui, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tersebut, pada tahun 2020 yang bersumber dari APBN dengan total sebesar 1.225.000.0000 milyar. Dari Anggaran pusat tersebut, program Pamsimas akan dibangun di beberapa desa yang ada di Kabupaten Sumbawa, antara lain; Desa Boal dan Desa Jotang Beru Kecamatan Empang,  Desa Dete Kecamatan Lape,  Desa Rhee Loka Kecamatan Rhee dan Desa Ropang Kecamatan Ropang, ungkap Erma Suryani.

Selain itu, Program Pamsimas juga bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Sumbawa (APBD) dengan total sebesar Rp 490.000.000 juta. Dengan anggaran tersebut, tersebar di dua desa, yakni; Desa Gapit Kecamatan Empang dan Desa Kakiang Kecamatan Moyo hilir, tuturnya

Erma juga menambahkan, bahwa Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tersebut, selain bersumber dari APBN dan APBD daerah Kabupaten Sumbawa, bisa juga melalui sumber pendanaannya dari Hibah Insentif Desa. Pasalnya, untuk tahun ini ada satu desa, yakni Desa Labangka, Kecamatan Labangka dengan total anggaran sebesar Rp 245.000.000 juta.

” Semoga dengan adanya program pemerintah tersebut, bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Dhy JN)