Soal Dugaan Pungli PTSL Di Pangandaran, Ini Sanggahan Perangkat Desa Cibenda:

JayantaraNews.com, Pangandaran

Soal dugaan pungutan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebesar Rp 300 sampai 600 ribu/bidang, yang terjadi di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, sebagaimana diberitakan sebelumnya;

Baca: Program PTSL Ds Cibenda Pangandaran, Diduga Jadi Ajang Bancakan Oknum Perangkat – https://www.jayantaranews.com/2020/01/48037/

Hal tersebut dibantah oleh salah satu perangkat desa yang menjabat sebagai Kepala Pelaksana Kewilayahan alias Kepala Dusun. ” Saya belum pernah meminta uang untuk PTSL sebesar 300, 400, apalagi 600 ribu/bidang. Adapun jumlah tagihan menjadi 300 sampai 600 ribu, itu disatukan dengan biaya over nama SPPT,” kata Dede Rohman Kepada JayantaraNews.com, Minggu (12/1/2020).

Sementara, menurut Asep Deni selaku staf di Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) menuturkan,” over nama SPPT itu adalah gratis, tidak dipungut biaya sepeserpun,” ungkapnya.

Atas hal ini, masyarakat Desa Cibenda beranggapan, bahwa keterangan yang dilontarkan oleh Kepala Pelaksana Kewilayahan tersebut adalah keliru, seolah-olah dijadikan ajang kesempatan adanya PTSL, sekalian memungut biaya over nama SPPT masyarakat.

Kepala desa, selaku pemangku kebijakan Desa Cibenda harus turun tangan untuk membenahi persoalan ini, demi dan untuk masyarakat, katanya. (Nana JN)