Loading...

Masyarakat Sei Merbau Resah, Sungai Tercemar! Diduga Limbah Berasal Dari PT ASA

JayantaraNews.com, Tanjungbalai

Masyarakat Lingkungan V, Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, keluhkan sungai yang tercemari limbah yang diduga dari PT Agrindo Surya Abadi (ASA) yang berada tepat di pinggiran anak sungai yang berada di Lingkungan V tersebut.

Masyarakat sekitar sangat kecewa terhadap pihak PT ASA yang diduga telah membuang limbah sisa pegolahan kelapa kopra tersebut ke aliran anak sungai, hingga seketika air sungai yang telah tercemari tidak dapat dipergunakan untuk mandi, mencuci, dan digunakan untuk memasak.

Pantauan wartawan di lokasi, Sabtu (11/1/2020) sekira pukul 11.00 WIB, yang didampingi beberapa masyarakat sekitar melihat ke lokasi beberapa pipa besar yang terletak tepat di belakang pabrik PT ASA yang diduga kuat sebagai pipa pembuangan hasil limbah sisa pengolahan pabrik langsung ke sungai.

Sementara itu, Iskandar (47) Kepala Lingkungan V, Kelurahan Sei Merbau, saat diwawancarai awak media mengatakan, bahwa mereka sangat mengeluhkan limbah hasil pengolahan yang diduga dari PT ASA yang telah mencemari sungai tersebut.

” Mengenai air sungai, apabila pihak PT melakukan pembuangan limbah saat air sungai sedang surut, air sungai tidak bisa digunakan. Kalaupun bisa digunakan masyarakat, pada saat air pasang besar saja,” ungkap Kepala Lingkungan.

Senada juga dikatakan Ita (43), salah seorang masyarakat lingkungan sekitar pada Sabtu (11/1/2020). ” Kalau pihak PT membuang limbahnya ke sungai ini, air sungai jadi berminyak dan kalau air sungai lagi surut, tidak bisa digunakan untuk mencuci atau memasak. Masalah bantuan air bersih tidak ada pihak memberikan bantuan apa-apa. Kami meminta kepada pihak PT ASA agar tidak membuang limbah hasil pengolahannya ke sungai lagi,” harapnya.

Sementara itu, pada Senin (13/1/2020), saat awak media melakukan konfirmasi kepada pihak PT ASA, mereka mengatakan harus memasukan surat terlebih dahulu untuk dan membuat janji untuk bertemu kepada pihak PT.

Seperti diketahui, jika perusahaan tersebut sengaja membuang limbah ke sungai, maka diancam pidana berdasarkan Pasal 60 jo Pasal 104 UU PPLH sebagai berikut:

Pasal 60 UU PPLH:

Setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin.

Pasal 104 UU PPLH:

Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Jika pencemaran lingkungan tersebut terjadi karena perusahaan sengaja melakukan perbuatan (misalnya membuang limbah) yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, yang mana hal tersebut mengakibatkan orang mati, maka diancam pidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp 5 miliar dan paling banyak Rp 15 miliar.

Jika pencemaran lingkungan tersebut terjadi karena perusahaan lalai sehingga mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, yang mana hal tersebut mengakibatkan orang mati, maka dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 9 (sembilan) tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar. (Eko Setiawan)