Loading...

Otak Pembunuhan Hakim Jamaluddin Yang Tak Diduga

M Husni, SE, politisi dari Fraksi Gerindra,

JayantaraNews.com, Jakarta

Tak diduga dan disangka, otak pembunuhan Hakim Jamaluddin di Kota Medan adalah istrinya sendiri.

Menurut M Husni, SE, politisi dari Fraksi Gerindra, daerah pemilihan Sumatra Utara, pembunuhan Hakim Jamaluddin tidak diduga dan disangka, serta sangat disayangkan. Karena otak pelakunya ternyata orang terdekat yang merupakan istrinya sendiri.

Hakim Jamaluddin (55) ditemukan tewas di area kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (29/11/2019). Saat ditemukan, jenazah Jamaluddin berada di kursi belakang supir.

Sakit hati karena diselingkuhi, melatarbelakangi Zuraida merencanakan pembunuhan bersama dua eksekutor. Zuraida juga menjanjikan umrah dan duit Rp 100 juta kepada eksekutor pembunuhan Hakim Jamaluddin.

M Husni, SE mengapresiasi Kapolda yang bekerjasama dengan Kapolresta Medan yang telah menetapkan pembunuh Hakim Jamaluddin

Kepolisian bekerja cukup maksimal dari hasil forensik, hasil telepon dan dari pengembangan kasus yang ada, dengan sangat hati-hati sekali dengan alat bukti yang cukup. Kemudian dilakukan penyidikan dan penyelidikan dengan metode deduktif dan induktif, baru ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi menangkap 3 (tiga) orang pembunuh Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin (55). Ada 3 (tiga) pelaku, yang pertama istri korban, sama 2 (dua) orang suruhannya.

” Hakim Jamaludin adalah anggota saya di Aceh, dia juga Humas di Pengadilan Negeri Medan. Hakim Jamaluddin orangnya ramah care dan siapapun yang datang diterima dan di Medan itu orangnya sangat familier,” tutur M Husni, di Gedung Nusantara l Komplek Parlemen, Senin, 13/1/2020.

Ia ingin semua yang bersalah dihukum sesuai dengan proses hukum yang berlaku. ” Pembunuhan itu merupakan kejadian yang sangat besar di Kota Medan Sumatra Utara, ini kasus yang sangat menyedihkan dimana anak-anaknya sudah kehilangan ayahnya, sementara ibunya manjadi pesakitan,” tambahnya.

M Husni, SE berharap terhadap Polda dan Polresta, meminimalisir kejahatan di Kota Medan, dan memperhatikan begal-begal yang ada, agar Kota Medan semakin kondunsif, sehingga Kota Medan menjadi nyaman untuk semua orang. (Sn)