2020, Disnakeswan Kembangkan & Tingkatkan Produktivitas Peternakan

JayantaraNews.com, Sumbawa 

Mantan Camat Alas Barat Junaidi, resmi dilantik menjadi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa.

Ditemui awak media, dirinya menyatakan dalam kepemimpinannya ini akan berupaya melakukan peningkatan masyarakat khususnya masyarakat ternak.

Junaidi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa

Dalam bekerja, dirinya memiliki prioritas, yakni peningkatan populasi, produksi dan produktivitas peternakan. Karena memang mengenai point tersebut sesuai dengan target RPJMD kenaikan 5 persen. Namun, saat ini baru sekitar 2 persen.

Untuk mencapai peningkatan tersebut, ia akan mencoba menerapkan sistem Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB), yakni dengan pola inseminasi kawin alam dan inseminasi buatan. Inseminasi kawin alam akan difokuskan di wilayah timur, karena lahan masih cukup luas. Sementara inseminasi buatan akan coba difokuskan kepada wilayah-wilayah yang lahannya mulai menyempit, seperti di wilayah barat.

‘’ Kawin alam ini kita bagi klaster, kita coba di timur karena memang masih ada wilayah, di barat lahan mulai menyempit. Sehingga tidak semata-mata mengejar kuantitas melainkan kualitas ternak. Seperti apa yang kami coba di Alas Barat membentuk Kampung Ternak di Desa Usar Mapin. Sehingga lahir sapi eksotik hasil kawin suntik, hasil inseminasi buatan yang dilakukan. Nanti itu saya coba,” terangnya.

Menurutnya, kuantitas dan kualitas pangan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pola tersebut. Oleh karenanya, dirinya memandang perlu penyiapan pakan yang berkesinambungan, tentu dengan memperhatikan kualitasnya.

” Saya juga mencoba berkoordinasi dengan para camat terkait penyiapan pakan ternak berkualitas dan berkesinambungan. Saya kejar lamtoro ini. Karena sesungguhnya Sumbawa Beef tanpa didukung pakan berkualitas dan berkesinambungan tidak akan berhasil. Oleh karena itu menjadi atensi kami,’’ tuturnya. 

Dikatakan, populasi ternak di Kabupaten Sumbawa belum mencapai target. Ini karena pengeluaran ternak, terutama ternak jantan. Sehingga kesempatan untuk mengawini ternak betina menjadi lebih minim.

‘’ Karena itu, saya coba supaya di kelompok atau lar untuk menyiapkan pejantan yang dibiayai oleh pemerintah untuk inseminasi kawin alamnya. Kemudian meningkatkan jumlah personil inseminator untuk pelaksanaan inseminasi buatan,’’ pungkasnya. (Dhy JN)