Loading...

Sengketa Lahan PT AGRO Berujung Pencurian & Penebangan Pohon Jati Oleh Pihak Ahli Waris

JayantaraNews.com, Bandung

Kemal, salah seorang pengelola perkebunan PT AGRO yang berlokasi di Desa Kendan, Kecamatan Nagrek memberikan statement ke awak media, perihal pelaporan ke pihak Polisi, terkait penebangan dan pencurian pohon jati yang dilakukan oleh ahli waris lahan perkebunan tersebut.

” Sekelompok orang yang mengaku ahli waris dari Adang Darwis melakukan tindakan sepihak penebangan dan pencurian pohon jati putih,” ujarnya.

” Kami pihak perusahaan yang sah secara hukum kepemilikan lahan sangat dirugikan dengan tindakan sepihak tersebut. Karena itu di lahan kita, dan kita tanam sendiri sampai usia pohon 15 tahun,” jelas Kemal dengan sedikit nada tinggi.

Saat ditanya awak media, mulai kapan terjadinya pencurian, ia mengatakan,” dari tanggal 2 s.d  5 Januari, total yang ditebang hampir 100 pohon lebih, dan kami sudah lapor ke Polsek Nagrek, tapi belum ada tindak lanjut. Katanya masih pendalaman dan penyelidikan dulu,” ungkap Kemal.

Kemudian, saat ditanya lebih lanjut perihal tindakan sepihak ahli waris, Kemal menjelaskan,” mereka merasa masih mempunyai hak atas lahan 200 hektare, sedangkan yang kami beli 100 hektare. Sejak tahun 1991, kami membeli secara sah dari Ahmad Syam dengan status sudah sertifikat. Mereka hanya berbekal surat keterangan desa (SKD) Kendan dan dokumen foto copi surat hibah. Tanpa bisa memperlihatkan dokumen aslinya, sudah berani mengklaim sebagai miliknya,” urai Kemal lagi.

Kemal merasa ada kejanggalan,” kok berani, Kades Kendan mengeluarkan SKD kepada ahli waris. Padahal, dokumen Letter C di desa pada tahun 1990 an sudah dicoret kepemilikan keluarga Sukatma/Adang Darwis dan sudah status jual beli ke pihak lain,” tanya Kemal dengan raut muka heran.

Atas informasi dari pihak perusahaan, perihal SKD dari desa, JayantaraNews.com masih menggali informasi. (Budi)

Bersambung…!!!