Loading...

Polres Kota Payakumbuh Luncurkan Aplikasi Temukan Pencuri Kendaraan Bermotor

JayantaraNews.com, Payakumbuh

Setiap orang pasti tidak ingin kehilangan kendaraan bermotornya. Namun kenyataannya, di zaman sekarang ini banyak sekali aksi kriminalitas yang terjadi dimana-mana.

Aksi pencurian kendaraan bermotor hampir setiap hari terjadi, dan bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja.

Meskipun sudah banyak dipasang pencegahan pencurian motor atau mobil seperti pemasangan kamera CCTV dan juga pengaman lainnya, namun aksi pencuri selalu punya taktik ataupun cara untuk menggondol kendaraan korbannya.

Mereka bisa melakukan berbagai hal seperti menggunakan cairan kimia atau mungkin cara lain yang bisa membuat mereka mudah membawa motor curian tersebut.

Nah, ini menariknya. Saat ini di Polres Kota Payakumbuh telah meluncurkan aplikasi terbaru. Gunanya, untuk menemukan pencuri kendaraan bermotor (Curanmor).

Aplikasi ini bertujuan memudahkan masyarakat untuk mencari motornya yang hilang di wilayah hukum Polres Kota Payakumbuh.

Melalui JayantaraNews.com, Kapolres Payakumbuh AKBP Doni Setiawan mengatakan,” sejauh ini banyak kendaraan di kantornya yang terparkir dan tidak diambil pemiliknya,” ucap Kapolres.

” Seterusnya, kendaraan itu tidak diambil kembali oleh pemiliknya, lantaran tidak tahu atau tidak punya akses langsung ke Kantor Polres Kota Payakumbuh.”

” Kendaraan itu sepertinya mangkrak jadi sampah. Nah, dengan adanya aplikasi ini, masyarakat bisa mencari motornya sendiri yang hilang,” ulas Kapolres.

Polres Kota Payakumbuh telah meluncurkan aplikasi terbaru untuk penemu kendaraan yang hilang oleh pelaku Curanmor di Polres Kota Payakumbuh.

Kapolres mengutarakan, sebenarnya khusus kasus pencurian, pemiliknya kemungkinan tidak mengetahui keberadaan motornya saat ini.

” Kasus begini kemungkinan ratusan, bahkan ribuan kendaraan, kalau di kantor setingkat Polda. Bayangkan, kalau Polri punya satu sistem yang mengakomodasi ini semua, bisa jadi masyarakat di Provinsi Sumatera Barat bisa menemukan kendaraannya yang hilang karena Ranmor.

Kapolres menambahkan,” sindikat pencurian kendaraan bermotor biasanya bekerja secara sistematis. Sindikat Curanmor bisa saja beraksi di kabupaten atau kota, lalu menjualnya di kabupaten atau kota lain. Karena itu, apabila aplikasi ini bisa diterapkan secara nasional, maka masyakarat pasti sangat terbantu,” tambah Kapolres.

” Selama aplikasi ini diluncurkan, pihaknya sudah menyerahterimakan motor kepada dua orang pemiliknya. Korban yang diketahui sudah kehilangan motor selama empat tahun.

Mengingat masih ada 125 kendaraan bermotor lagi yang berada di Mapolres Payakumbuh, Kapolres meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengakses https://polrespayakumbuh.org/cek-kendaraan-hilang/, untuk mencari keberadaan kendaraan yang hilang.

” Di situs itu bisa masukan nomor polisi, nomor rangka atau nomor mesin di kolom pencarian. Kami ingin masyarakat benar-benar terbantu dengan aplikasi ini,” tutup Kapolres. (ZH)