Beri Bantuan Pasca Banjir Tegalluar Bojongsoang, Juwita: Jangan Saling Menyalahkan

JayantaraNews.com, Bojongsoang

Menyikapi aduan dari warga masyarakat wilayah Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, terkait persoalan wilayah pemukiman warga yang masih tergenang banjir, menggugah Juwita, Anggota DPRD Kabupaten Bandung, dari Komisi D Fraksi PDI Perjuangan untuk turun ke lapangan.

Ditemui JayantaraNews.com di lokasi banjir, Juwita menyampaikan,” selain menyikapi banjir, juga untuk bersilaturahim ke para konstituen. Karena persoalan banjir memang sudah menjadi keluhan warga masyarakat selama ini,” ungkap Juwita, Rabu (29/1/20).

” Biasanya tidak separah ini. Tentunya perlu dicari solusi dan kebersamaan semua pihak, baik BPBD, Dinsos maupun instansi dan institusi terkait lain, agar imbas banjir setidaknya bisa diminimalisir,” jelasnya.

” Saya ini mewakili suara masyarakat, ketika saya teruskan keluhan masyarakat ke dinas dimaksud, ya tolong disikapi dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia menambahkan,” tentunya kembali ke kesadaran masyarakat itu sendiri, dan jangan saling menyalahkan,” terangnya.

Menurutnya,” karena masih banyaknya masyarakat yang masih belum sadar, seperti membuang sampah sembarangan ke sungai, solokan yang bukan pada tempatnya, yang akhirnya berdampak mampetnya saluran air tersebut, meluap lah pada akhirnya,” sambung Juwita.

Juwita menegaskan,” solokan yang selama ini jadi kendala, segera diajukan dalam skala prioritas. Begitupun timbunan sampah dan limbah, agar segera disikapi oleh instansi maupun institusi terkait,” tandas Teh Wita, sapaan karibnya, yang dilontarkan ke jajaran pengurus wilayah sekitar.

Sementara itu, dipertanyakan masalah penyebab meluapnya air ke pemukiman warga, Tatang Setiawan, salah satu warga sekitar mengatakan,” karena memang tidak tertampungnya volume air dari Sungai Cikeruh dan Sungai Citarum pak, yang pada akhirnya meluap ke pemukiman warga,” ungkapnya.

Tatang juga mengeluhkan, terkait adanya limbah di salah satu perusahaan wilayah Tegalluar, yang cukup membuat masyarakat resah dan tidak nyaman. ” Kami mohon kepada pemerintah (instansi bersangkutan) maupun Satgas Citarum Harum yang menangani masalah limbah, utamanya dari limbah KTM (Kertas Trimitra Mandiri), agar segera ditindaklanjuti. Apalagi kalau di musim kemarau, limbahnya sangat bau, dan membuat tidak nyamannya warga sekitar. Karena di saat banjir begini, otomatis limbahnya membaur dengan air banjir,” urai Tatang yang diamini Yosep.

Demikian juga Taryana, selaku Ketua RW 02 Desa Tegalluar menyampaikan,” sudah 4 hari air menggenang pak, belum lagi mati lampu, jadi warga kelimpungan dengan masalah air. Saya sudah menghubungi ke pihak PLN, dan Alhamdulillah, sekarang sudah normal kembali,” ulasnya, seraya menambahkan,” bahkan ada SD, SMP, SMA di Bojongsoang pun masih terendam, jadi kegiatan belajar mengajar tersendat.”

Ditambahkan Taryana,” terkait masalah pembangunan solokan (kirmir) masih kurang maksimal, sudah diajukan ke Musrenbang, cuman belum terealisasi.”

Dihubungi JayantaraNews.com, terkait limbah KTM, Budianto, selaku Dansubsektor 01 Tegalluar (Dansektor 06) menuturkan,” Kita akan komunikasikan. Saat ini kita masih fokus sama musibah banjir dulu pak,” katanya.

Sementara itu, Deden Galih, selaku Kades Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, dihubungi JayantaraNews.com, hingga berita ini diturunkan, tidak memberikan jawaban.

Usai kunjungan ke warga RW 02 Desa Tegalluar, Juwita melanjutkan menyisir ke lokasi SMP 1 dan SMA 1 Bojongsoang, yang diketahui sudah sekitar sepekan, kegiatan belajar mengajar diliburkan. (Tim)