Seorang ASN Ngaku Gabung Di King Of The King, Askun: Orang Stres, Lebih Bahaya Dari Virus Corona

JayantaraNews.com, Karawang

Berita seorang Aparat Sipil Negara (ASN) di Karawang, sempat menggemparkan Indonesia. Ia mengaku tergabung dalam King of The King, perkumpulan yang meyakini punya otoritas menggunakan harta Presiden Sukarno. Dia menjabat sebagai Ketua Indonesia Mercusuar Dunia (IMD), yang merupakan lembaga di bawah naungan King of The King.

Juanda mengaku, claimnya itu bukan hoaks. IMD berdiri bukan untuk makar, tapi untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Untuk melunasi hutang Indonesia yang bunganya saja mencapai Rp 1 triliun satu hari.

Menyikapi adanya keterlibatan ASN Karawang di Kerajaan King Of The King, praktisi hukum Karawang H Asep Agustian, SH, MH, ketika dikonfirmasi awak media, sebelum menjawab pertanyaan, pengacara senior ini tertawa lepas. ” Zaman semakin kesini semakin aneh saja. Negara kita ini sudah menjadi negara yang berkembang, berlandaskan pada Undang Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 dan Pancasila. Ini malah ramai banyak yang mendirikan kerajaan!,” ungkapnya.

” Harus bisa dibedakan, mana merawat budaya kerajaan dan membuat kerajaan baru. Kalau buat kerajaan baru, itu namanya makar. Mending-mending tidak ada tujuan lain, seperti halnya modus penipuan dan lain sebagainya.”

” Itu kan sudah banyak yang ditangkap dan diproses oleh pihak kepolisian, dan dikenakan pasal soal kegaduhan serta penipuan,” terang Askun, panggilan akrab Asep Agustian itu.

” Soal keterlibatan ASN Karawang yang bertugas di Kecamatan Banyusari, itu dia tergabung di Kerajaan King Of The King atau apa tuh? Kalau tidak salah petingginya sudah ditangkap oleh Polres Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur,” sebut Askun.

” Terus ini petinggi King Of The King Karawang sebagai ASN kok belum diproses? Bahkan oleh internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang juga masih dibiarkan. Kemana Inspektorat, Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Bupati Karawang?,” tanya Askun.

” Masalahnya ini orang sudah kelewat, tidak rasional cara berpikirnya. Segala ngeclaim punya uang Rp 60.000 Triliun untuk melunasi hutang negara.”

” Kalah tuh harta bupati juga, bahkan bisa mengalahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Karawang dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia,” ucapnya.

” Di zaman kepemimpinan Cellica – Jimmy ini ada-ada saja hal lucu sekaligus mengesalkan. Ini kah produk mutasi dan rotasi yang baik? Orang stres dimutasi malah semakin stres.”

” Jadi, kalau Inspektorat, BKPSDM dan Bupati Karawang tidak mau memprosesnya, saya minta agar Polres Karawang segera bertindak, masalahnya kalau dibiarkan, bukan hanya akan menimbulkan kegaduhan saja. Tapi hal seperti ini bisa berdampak luas kepada yang lainnya, bisa lebih bahaya dari Virus Corona,” pangkasnya. (Ndri)