GM PEKAT-IB Tanjungbalai Minta Wali Kota Segera Tutup PT AKI Yang Diduga Tidak Miliki Izin

JayantaraNews.com, Tanjungbalai

Belasan massa dari Generasi Muda Pembela Tanah Air Indonesia Bersatu (GM PEKAT IB) Kota Tanjungbalai mendatangi PT Anugerah Keramat Indah, yang berada di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Jumat (14/2/2020).

Meski hanya 15 menit melakukan orasi di depan PT Anugerah Keramat Indah yang bergerak dibidang ekspor impor segala hasil laut, massa dengan tegas meminta pengusaha agar menunjukkan izin analisis masalah dampak lingkungan hidup (AMDAL), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), juga terkait gaji karyawan yang tidak sesuai UMK.

Dalam orasinya, massa Pekat IB melalui orator Mahmudin SP atau sering disapa “Kacak Alonso” menilai, bahwa PT AKI seakan merasa kebal hukum. Dengan bebasnya beroperasi tanpa memenuhi syarat-syarat mendirikan sebuah PT, dan tanpa menghirauakan dampak terhadap lingkungan hidup.

” Kami meminta Pemerintah Kota Tanjungbalai kepada Bapak Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial, SH, MH selaku pemegang tombak kekuasaan di Kota Tanjungbalai agar segera mengambil sikap terhadap permasalahan PT Anugerah Keramat Indah, kalau perlu dibekukan, yang kami nilai dan kami duga telah mengangkangi peraturan-peraturan untuk mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT), apalagi PT AKI ini telah membuang limbahnya langsung ke sungai hingga mencemari lingkungan hidup,” teriak Kacak dalam orasinya.

Pantauan wartawan, PT Anugerah Keramat Indah menutup rapat-rapat pintu gerbang seakan tidak menghiraukan aksi massa tersebut.

Di akhir aksinya, Kacak Alonso sebagai orator dalam aksi tersebut mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan akan menindaklanjuti permasalahan menyangkut kepentingan masyarakat ini.

” Hari Senin kami akan melakukan aksi lanjutan dengan membawa massa yang lebih banyak lagi, dan kami akan segera menyurati Dinas Lingkungan Hidup Sumut dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, hingga ke Dirjen Lingkungan Hidup Republik Indonesia,” tegasnya. (Eko Setiawan)