Proyek JLS Cilacap Diduga Dikerjakan Asal2an, BPI KPNPA RI: Pemprov Harus Turun Tangan!

JayantaraNews.com, Cilacap

Proyek Jalur Lintas Selatan (JLS), nama Paket Lot 1 Tambakreja – Bantarsari, nilai kontrak Rp 95.454.528.960,41 sumber dana dari APBN (LOAN IsDB), berlokasi di Kecamatan Bantarsari dan Kecamatan Gandrungmangu, yang dikerjakan oleh Perusahaan Istaka – Trie Mukty, Jo, diduga pengerjaannya asal-asalan.

” Pasalnya, material yang digunakan diduga tidak sesuai dengan Spek, bahkan sebagian materialnya belum melalui Uji Lab terlebih dahulu, kualitasnya diragukan,” ungkap Ketua DPD BPI KPNPA RI (Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia Kabupaten Cilacap, Dadang Bule kepada JayantaraNews.com, Sabtu (15/2/2020).

Menurut Dadang, yang sudah komplet dokumennya adalah material jenis tanah merah yang dari PT WSP, yang lainnya patut untuk dipertanyakan. ” Saat ini, pengerjaannya baru mencapai kurang lebih 20 persen, dan kami akan terus mengawasi pekerjaan tersebut sampai dengan selesai sesuai dengan Tupoksi lembaga kami,” tandasnya.

Sementara, Kabid Investigasi BPI KPNPA RI wilayah NKRI, saat dimintai tanggapan atas pengerjaan proyek tersebut yang diduga asal-asalan, Agus Chepy Kurniadi, SE mengatakan, pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk mengawasi dan mengcrosscheck kebenarannya secara data.

” Kalau dari awal pengerjaannya saja sudah ditemukan dugaan asal-asalan, apalagi nanti ketika sudah beres pekerjaan, pastinya bakal banyak temuan. Maka dari itu, pihak provinsi dan instansi terkait di Jawa Tengah harus turun tangan, dan benar-benar mengawasi proyek tersebut secara maksimal, karena ini proyek besar dengan menelan angka hampir 100 milyar,” tuturnya.

Hal itu dilakukan, lanjut Agus, guna meminimalisir dugaan perbuatan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dan demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan transparan (Good Governance), tutupnya.

Menyikapi obrolan salah seorang pengusaha terkait polemiknya proyek JLSS Gandrungmangu Cilacap yang sedang dalam proses pengerjaan, dimana ia menyebutkan bahwa kuncinya tetap ada di PT Trie Multy. ” Tetap kuncinya ada di PT Trie Pak. Coba kalau diawalnya, segala dokumen yang masuk berikut penekanan terhadap material yang masuk diseleksi secara ketat, dan ada Uji Lab nya, tentu ngga akan terjadi seperti ini pak. Intinya, proyek harus sesuai spek lah,” jelasnya.

Sementara Try, pihak Kontraktor dari PT Trie Mukty dikonfirmasi JayantaraNews.com mengatakan,” Proyek JJLS dalam tahap perapihan, pekerjaan masih terkendala masalah cuaca hujan, sehingga perlu treatment yang berkesinambungan agar maksimal didalam pembangunan konstruksi jalan,” kilahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Asep, pihak ISTAKA dihubungi JayantaraNews.com, tidak memberikan jawaban alias No Comment. (Nana S)