Polres Tanjungbalai Berhasil Gagalkan Peredaran 4.500 Butir Happy Five & 394,98 Gram Sabu

JayantaraNews.com, Tanjungbalai

Tim Khusus (Timsus) Polres Tanjungbalai berhasil menyita ratusan gram Narkotika jenis sabu serta 4.500 butir happy five dari dua lokasi berbeda di Kota Tanjungbalai dalam kurun waktu tiga jam.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, kasus kepemilikan dua jenis Narkotika itu terungkap, bermula dari tertangkapnya Erianto alias Anto (36) warga Jalan Jenderal Sudirman Km VI, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datukbandar.

Tersangka Erianto yang tengah mengendarai sepeda motor N-Max melintas di kawasan Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai pada Minggu (16/2/2020).

Melihat targetnya melintas, petugas pun membuntuti tersangka, bahkan sempat terjadi kejar-kejaran, hingga akhirnya tersangka ditangkap di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Seimerbau, Kecamatan Teluknibung, Tanjungbalai.

” Saat ditangkap, disita satu plastik asoy hitam yang di dalamnya terdapat bungkusan plastik transparan berisi sabu, beratnya 91,49 gram,” kata Putu, di Mapolres Tanjungbalai, Selasa (18/2/2020).

Saat diinterogasi, tersangka Erianto mengaku, bahwa barang haram itu ia peroleh dari rekannya bernama Rahmad Fahmi (23) warga Jalan Kubah, Lingkungan V, Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai.

Tak ingin menyia-nyiakan informasi itu, pada Senin (17/2/2020) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Polisi pun langsung bergerak mendatangi rumah Fahmi dan mengamankannya.

Begitu dilakulan penggeledahan, petugas menemukan satu buah kotak berisi plastik transparan yang di dalamnya terdapat sabu seberat 394,98 gram. Disamping itu, Polisi juga mendapati 4.500 butir happy five serta dua timbangan elektrik.

” Sebagian sabu sudah berhasil diedarkan tersangka Fahmi, karena di TKP, petugas kami mendapati satu bungkusan plastik yang disebut tersangka sebelumnya berisi sabu,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan itu.

Hasil penyelidilan, tersangka Fahmi mengaku, bahwa sabu merupakan miliknya. Sementara ribuan butir happy five merupakan titipan rekannya, warga Kota Tanjungbalai, yang akan diambil dalam waktu dekat.

” Kalau itu (happy five) bukan punya ku. Punya kawan, orang Tanjungbalai. Mau diambilnya untuk diedarkan,” sebut Fahmi.

Sementara, atas perbuatannya memiliki sabu dan happy five, masing-masing tersangka terancam dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) subsidair Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Eko Setiawan)