Darurat! BNNK Sumbawa Ajak Semua Pihak Perang Terhadap Narkoba

JayantaraNews.com, Sumbawa 

Berbagai upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba terus menerus dilakukan oleh BNN Kabupaten Sumbawa.

Kali ini BNN Kabupaten Sumbawa merangkul sejumlah kalangan swasta untuk secara bersama-sama dalam upaya P4GN untuk memerangi Narkoba, Selasa (25/2) di aula Resto Raberas.

Tampak hadir di acara tersebut; Kepala BNNK Sumbawa Feri Priyanto, Kasi P2M Nursyafruddin, Kepala Satuan Pol PP, perwakilan BUMN, perusahaan swasta dan pengusaha hotel, serta hiburan.

Pada kesempatan tersebut, Kasi P2M BNN Kabupaten Sumbawa Nursyafruddin, A.Md dalam laporannya mengatakan, saat ini BNN Kabupaten Sumbawa menggelar rapat kordinasi bersama sejumlah lembaga swasta dan pengusaha, seperti; pihak perbankan, Bank BRI, Bank BNI, Bank Danamon, BANK NTB, Pertamina, Bea Cukai, Pelindo, dan lembaga swasta lainnya, ada 30 peserta, termasuk perwakilan hotel, room karaoke, rumah makan, ujarnya.

Menurut Nur, sapaan akrabnya menyebutkan, penanggulangan Narkoba dan perang melawan Narkoba membutuhkan peran semua pihak secara bersama-sama dalam upaya menyelamatkan anak bangsa, supaya mampu mewujudkan lingkungan yang bersih dari Narkoba, khususnya pekerja hingga keluarga pekerja. “ Semoga dengan adanya kegiatan ini, mampu diterapkan secara nyata pada masing masing lingkungan kerja,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala BNN Kabupaten Sumbawa Fery Priyanto, S.Sos, MM memperkenalkan diri yang baru 2 bulan menjabat di Sumbawa. Dalam waktu singkat ada banyak informasi dan laporan yang diterimanya. Menurutnya, Sumbawa termasuk warna merah dan sangat meresahkan, sudah ada 3 anak SD yang terkapar Narkoba. Penyalahgunaan serta peredaran gelap Narkoba semakin meningkat, tidak ada satupun daerah di wilayah Indonesia yang tidak disasarkan Narkoba. Indonesia bukan lagi negara transit tapi telah menjadi negara produsen. Indonesia menjadi sasaran bandar Narkotika internasional karena beberapa faktor, modus operandi selalu berubah, harganya fantastis, banyak jalur tikus karena negara kepulauan.

“ Peran serta masyarakat, mewajibkan turut serta untuk melaksanakan P4GN dengan membuat regulasi di masing-masing tempat kerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari Narkoba. Mari kita selamatkan generasi bangsa,” ajaknya.

Sementara itu, Kasat Pol PP H Sahabuddin, S.Sos, M.Si memaparkan, tugas utama Satpol PP yakni selaku pengaman Perda. Berkaitan dengan kegiatan ini, ada tiga Perda yang dipaparkannya, yakni Perda pengendalian pencegahan Miras, Perda ketertiban umum, dan penyalahgunaan Narkoba, meskipun masih banyak Perda lainnya. “ Kami ada program Pol PP masuk sekolah untuk mensosialisasikan kepada siswa untuk tidak Miras dan bolos sekolah,” ujarnya.

Menurut H Sahabuddin, para pengelola tempat hiburan dan usaha, sesuai Perda peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, menjamin tidak ada Napza dengan membuat surat pernyataan. Jika ada, dirinya menyarankan untuk dilaporkan kepada pihak berwajib. Disamping itu, memasang papan pengumuman serta larang penyalahgunaan Napza.

“ Ada 57 kasus yang ditangani dalam tahun 2019. Kami berharap, sekaligus mengajak, mari kita jaga Sumbawa yang aman dan kondusif, setiap usaha harus sesuai perundangan yang berlaku. Jika ada hal-hal yang mengganggu ketertiban umum bisa dilaporkan kepada kami di markas Satpol,” terangnya. (Dhy JN)