Jelang Lebaran, Gapasdap: 68 Unit Kapal Roro Disiapkan Layani Lintas Bakauheni-Merak

JayantaraNews.com, Lampung

Berbagai langkah dipersiapkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (DPC-Gapasdap) Bakauheni.

Warsa, selaku Ketua DPC Gapasdap Bakauheni menyebut, sebanyak 68 unit kapal roll on roll off (Roro) disiapkan untuk melayani lintas Bakauheni-Merak. Kapal yang disiapkan tersebut akan dipergunakan untuk melayani angkutan lebaran Idul Fitri 2020/1441 H pada Mei mendatang, dan oangkah yang dipersiapkan oleh sebanyak 23 perusahaan pelayaran di bawah Gapasdap.

Persiapan yang dilakukan meliputi perbaikan fasilitas kapal (docking) serta penyiapan sejumlah kapal baru. Sejumlah perusahaan pelayaran yang melakukan upgrade kapal baru meliputi Munic Line, Dharma Lautan Utama, Sinar Timur Line, Trimas. Sejumlah kapal tersebut merupakan kapal baru pengganti kapal lama.

Penggantian kapal baru tersebut sebagai bagian aturan kapal di lintasan Selat Sunda harus berkapasitas minimal 5000 GT. Sesuai aturan Permenhub PM 88 Tahun 2014, tentang Pembatasan Ukuran Kapal yang Beroperasi di Lintas Penyeberangan Selat Sunda harus di atas 5000 GT. Kapal yang beroperasi pada lintasan sepanjang 15,5 mil tersebut tidak ada yang di bawah 5000 GT dikeluarkan dari lintasan.

” Perusahaan pelayaran mengikuti regulasi yang diatur oleh Kementerian Perhubungan sekaligus persiapan untuk menghadapi pelayanan angkutan lebaran Idul Fitri, untuk melayani penumpang yang akan menuju ke pulau Sumatera ke Jawa dan sebaliknya,” terang Warsa, saat dikonfirmasi di Kantor Gapasdap Bakauheni, Kamis (12/3/2020)

Peningkatan pelayanan hadapi angkutan Lebaran Idul Fitri, lanjut Warsa, dilakukan dengan upgrade sistem reservasi tiket online. Reservasi tiket online yang digagas oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dilakukan untuk peningkatan pelayanan. Diberlakukan sejak 1 Maret 2020. Ia menyebut,” tiket online telah diberlakukan bagi kendaraan, penumpang pejalan kaki,” katanya.

Peningkatan kualitas pelayanan penyeberangan lintas Bakauheni didukung oleh Gapasdap. Sebab sistem pembayaran nontunai (cashless) sudah diterapkan dalam pembayaran di lintas Bakauheni-Merak. Penerapan reservasi online tiket bagi pengguna jasa menurutnya mengantisipasi antrian. Sebab penggunaan pembayaran tunai yang telah diberlakukan kerap menimbulkan antrian.

” Regulasi penerapan tiket online akan semakin memberi kenyamanan bagi pengguna jalan,” bebernya.

Pelayanan bagi pengguna jasa, menurut Warsa, usai diterapkan online belum dimanfaatkan. Sejumlah pengguna jasa pejalan kaki, kendaraan yang akan menyeberang dominan memakai tiket langsung. Tiket uang elektronik yang masih digunakan meliputi Brizzi, Emoney, Tapcash dan Blink. Uang elektronik yang digunakan masih tetap dilayani petugas meski reservasi online diberlakukan.

Gapasdap berharap, pelayanan kepada pengguna jasa bisa lebih ditingkatkan. Salah satu pelayanan yang perlu diperbaiki meliputi fasilitas gangway. Sebab gangway dermaga dua pelabuhan Bakauheni yang ditabrak KMP Munic 9 pada Senin (9/3) lalu belum diperbaiki. ” Sebab akibat kerusakan gangway, sejumlah kapal yang sandar di dermaga tersebut tidak bisa mengangkut penumpang pejalan kaki.”

” Gapasdap berharap, fasilitas yang rusak segera diperbaiki agar bisa digunakan oleh pengguna jasa,” paparnya. (Jupri)