Ada Apa? Perangkat Desa Sukamulya Rancaekek Ramai2 Dipanggil Polda JABAR

JayantaraNews.com, Kab Bandung 

Permasalahan demi permasalahan di Pemeritahan Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung pada periode yang lalu (2014-2019), masih menyisakan sejumlah persoalan.

Sementara, menyikapi rumor dan segala kejanggalan yang terjadi di wilayah Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, tentunya perlu diklarifikasi agar persoalan tidak berimbas miskomunikasi dan prasangka buruk di mata masyarakat.

Ketika awak media melakukan investigasi dan mewawancarai Kades Sukamulya (Deni Sugandi) di kantornya, ia mengatakan,” saya dan Sekdes kemarin dipanggil Polda Jabar, pak.”

Ketika ditanyakan perihal pemanggilannya, kembali Deni menuturkan,” ada laporan dari salah satu warga, terkait adanya dugaan penyimpangan anggaran desa (ADD) tahun 2016 -2019, termasuk pengelolaan keuangan BUMDes yang belum bisa dipertanggungungjawabkan oleh para pengurusnya sampai sekarang,” ungkapnya.

Deni mengatakan, selain dirinya, ada 12 orang lagi yang rencananya hari Kamis depan akan dipanggil pihak Polda. Mereka adalah mantan perangkat desa pada periode sebelumnya, diantaranya; eks Kaur Keuangan, Kesra, Kasi Perencanaan, Ketua BPD, para pengurus BUMDes, para Kadus; 1, 2 dan 3,” ucapnya.

” Yang saya tahu cuma anggaran tahap 3 tahun 2019 limpahan dari PJs sebesar Rp 370 juta, dan Alhamdulillah sudah terserap,” terang Deni.

Hal senada juga diungkapkan Sekdes Sukamulya, Mulyana. ” Untuk tahap 3, ADD sudah terealisasi, tinggal bikin laporannya, cuma ada peninggalan ADD tahap 2 dari PJs sebelumnya (AN) sebesar Rp 10 juta untuk pembikinan canopi kantor desa belum bisa terealisasi. Dan sampai saat ini belum ada pertanggungjawaban dari PJs (AN) sebelumnya,” tukasnya. (Budi)

Bersambung…!!!