Distan Sumbawa Apresiasi Beberapa Lomba Tingkat Provinsi

JayantaraNews.com, Sumbawa 

Penilaian Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Model, Penyuluh Tauladan, Petani dan Kelompok Tani (Poktan) berprestasi Tingkat Provinsi NTB bagi perwakilan Kabupaten Sumbawa dilaksanakan Kamis kemarin oleh Tim Penilai Provinsi. Kegiatan dipusatkan di BPP Kecamatan Moyo Hilir.

Dalam lomba berskala provinsi ini, ada 9 kategori yang dilombakan. Namun Kabupaten Sumbawa hanya bisa berpartisipasi di 8 kategori, yakni kategori BPP model diwakili BPP Kecamatan Moyo Hilir, Kelompok Tani Komoditi Padi diwakili Poktan Buin Resong Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir, Kelompok Tani Komoditi Jagung diwakili Poktan Selam Ano Desa Orong Bawa, Kecamatan Utan, sementara untuk Gapoktan diwakili Gapoktan Lenang Kesaming Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Penyuluh PNS diwakili penyuluh WKPP Desa Baru Tahan, Kecamatan Moyo Utara (Zakariah, SP), Penyuluh THL-TB PP diwakili PPL Desa Kalimango, Kecamatan Alas (Susanti Wijayanti, SP), Penyuluh Swadaya Berprestasi diwakili WKPP Kecamatan Lopok dan kategori petani berprestasi diwakili Hadnan Nurdin dari Desa Mapin Rea, Kecamatan Alas Barat.

Kepala Dinas Pertanian Ir Sirajuddin mengatakan, bahwa Lomba BPP Model, Penyuluh Tauladan, Poktan, dan Petani Berprestasi tingkat provinsi tahun 2020, mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang berkaitan langsung dengan kinerja PPL dan kelembagaan BPP sebagai wadah penyuluh yang menjadi pusat komando strategis (Kostra Tani) yang ada pada setiap kecamatan se Kabupaten Sumbawa, ujarnya saat ditemui JayantaraNews.com di ruang kerjanya, Selasa (24/3).

Selanjutnya Sirajuddin menjelaskan, bahwa kebijakan pertanian tahun 2020, untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Menurutnya, pertanian menjadi salah satu tujuan pembangunan dalam meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produktivitas, efisiensi usaha, dan perbaikan sistem pemasaran dengan pengenalan teknologi, penguatan kelembagaan dan peningkatan manajemen usaha, terangnya.

Lebih jauh, ia memaparkan terkait luas lahan yang ada di Kabupaten Sumbawa 664.398 Ha terdiri dari lahan sawah irigasi seluas 45.559 Ha, dan lahan sawah tadah hujan seluas 15.722 Ha. Dikatakannya, peningkatan produksi yang dicapai setiap tahun terus meningkat, terlihat dari pencapaian produksi padi tahun 2019 dari luas panen 91.664 ha dengan produksi 461.144 Ton. Sedangkan jagung luas panen 110.035 Ha dengan produksi 650.700 ton yang diikuti oleh komoditi lainnya, ungkap Sirajuddin.

Selain itu, pencapaian produksi pertanian merupakan hasil kerja keras para petugas pertanian kami di lapangan bersama petani, kelompok tani, dan Gapoktan. Menurutnya, pada dasarnya, keberhasilan pengembangan usaha dapat dilakukan apabila petani bermitra kepada penyuluh pertanian lapangan maupun kelembagaan tani lainnya di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa, imbuhnya.

Bahkan, untuk menunjang keberhasilan pembangunan pertanian di Tanah Samawa, telah didukung oleh kemajuan kelompok tani, gabungan kelompok tani, para penyuluh pertanian serta kelembagaan penyuluh handal, ucapnya.

Diketahui, jumlah BPP yang ada sampai saat ini sebanyak 18 unit, dan masih tersisa 6 unit yang belum terbangun. Namun kedepannya akan terbangun BPP di 24 kecamatan sesuai dengan peraturan yang ada. Kelompok tani sebanyak 4.041 kelompok, jumlah Gapoktan sebanyak 106 kelompok, penyuluh sebanyak 308 orang dari (pertanian dan peternakan) yang tersebar di 24 kecamatan yang terdiri dari Penyuluh PNS 106 orang, Penyuluh THL-TBPP sebanyak 41 orang, dan Penyuluh swadaya sebanyak 161 orang, tuturnya.

Kemudian, pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI menargetkan untuk kesejahteraan petani, dengan dilakukan melalui 3 program strategis. Pasalnya, ketiga program tersebut merupakan pelayanan kredit usaha rakyat (KUR), program 3 kali eksport dan pembentukan komando strategis pembangunan pertanian.

Salah satu bentuk kemudahan yang dilakukan pemerintah kepada petani dalam menerima kredit usaha tani rakyat (KUR), maupun dalam pengambilan pupuk bersubsidi, maka petani akan difasilitasi dengan kartu tani yang akan disalurkan oleh Bank Negara Indonesia (BNI) yang saat ini sudah dimulai penyalurannya di beberapa BPP yang ada, yakni BPP Labuhan Badas dan akan dilanjutkan ke BPP lainnya, terang Sirajuddin.

Oleh sebab itu, BPP memiliki peran strategis yang harus mampu mengkoordinasikan, mensinergikan dan menyelaraskan kegiatan pembanguan pertanian pada wilayah kerja penyuluh pertanian di kecamatan dengan pihak terkait lainnya. Hal ini dapat terlihat, bahwa berbagai bentuk program kegiatan pertanian dari hulu sampai hilir yang telah dilakukan pemerintah melalui bantuan pusat, provinsi, maupun kabupaten yang disalurkan kepada petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, maupun kelembagaan lainnya yang ada di tingkat desa, dengan tujuan agar petani dapat meningkatkan produksi dan pendapatannya, sehingga petani menjadi makmur dan sejahtera.

Bahkan BPP menjalankan fungsi sebagai pusat koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan pembangunan pertanian, pusat data dan informasi, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agrobisnis dan pusat pengembangan kemitraan usaha tani.

Menurut Sirajuddin, BPP juga harus mampu mengawal kegiatan pembangunan pertanian di kecamatan, salah satunya pendamping dan pengawal program pembangunan pertanian dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas unggulan.

Untuk itu, BPP juga harus dapat mendorong mutu dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian yang akhirnya dapat meningkatkan kapasitas penyuluhan pertanian.

BPP harus dapat membangun keswadayaan dan kemandirian petani serta pengusaha tani di wilayah kerjanya masing-masing, agar pola pikirnya dapat menghadapi persaingan di bidang pertanian regional maupun global, tandasnya.

Pada tahun 2020, menurut Mentan RI, bahwa setiap BPP akan disediakan fasilitas dan sarana pendukung bagi penyuluh untuk melakukan pelayanan secara online karena kita sudah memiliki Cyber Extention (pertukaran informasi yang berhubungan dengan teknologi informasi dan internet) dan harus diberdayakan dengan model penyuluh terkini. Tentunya kedepan harus didukung oleh peningkatan dan keterampilan yang memadai bagi rekan-rekan penyuluh kita dalam memanfaatkan teknologi informasi yang terus berkembang, paparnya.

Ole karena itu, untuk memulai pembangunan pertanian dari kecamatan memang diperlukan revitalisasi penyuluh dan kelembagaan penyuluh agar mereka kuat dan mengakar, sebab pemerintah tak bisa lagi melakukan pendekatan dengan cara-cara lama harus dilakukan pendekatan baru di bidang penyuluh. 

Membangun pertanian dari kecamatan agar bisa mengembangkan sistem penyuluh yang lebih baik dan efektif, bahkan dengan perkembangan IPTEK. Dan yang paling penting dalam pengembangan pertanian di kecamatan adalah tempat untuk bertanya dan punya tempat berbagi satu dengan lainnya.

” Bagi kami, kegiatan lomba yang akan dilaksanakan pada hari ini (minggu lalu, red) agar bisa dilaksanakan secara berkelanjutan kedepannya, dan tak lain tujuan untuk meningkatkan semangat kerja bagi penyuluh, kelompok tani, Gapoktan, serta keberadaan kelembagaan balai penyuluhan pertanian.”

Ia berharap kepada tim penilaian agar sedapat mungkin salah satu mata lomba, Distan Sumbawa bisa ditunjuk mewakili provinsi ke tingkat nasional, tutupnya. (dhy JN/Adv)