Komunitas Tebongan Kreatif & Temu Forum Kades Sepakat Tangkal Radikalisme Di Sumbawa Barat

JayantaraNews.com, Sumbawa Barat

Komunitas Tebongan Kreatif bersama Temu Forum Kades melaksanakan diskusi dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkembangnya paham terorisme dan radikalisme di Kabupaten Sumbawa Barat, pada Kamis, 26 Maret 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Kantor Desa Sapugara Bree tersebut, dihadiri beberapa kepala desa dan tamu undangan dari kalangan mahasiswa, organisasi kepemudaan dan organisasi masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat. Tak ketinggalan, hadir pula Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa Se-Kabupaten Sumbawa Barat yang sekaligus sebagai pemateri dalam diskusi tersebut.

Dikatakan Romy selaku Ketua  Komunitas Tebongan Kreatif dalam sambutannya, bahwa kegiatan ini sangat diperlukan untuk dilaksanakan, mengingat keadaan Sumbawa Barat hari ini secara tidak langsung kelompok yang memegang paham dan cara radikal terhadap pola gerakan dan doktrinnya sudah sangat marak.

” Naif kita, ketika mengatakan kalau kita tidak tahu ada kelompok di masyarakat yang mengarah pada paham radikalisme,” tutur Andi Subandi.

Menurutnya, paham ini sudah ada dan banyak di kalangan masyarakat desa di Kabupaten Sumbawa Barat. Cuma dengan pola gerakan yang mereka gunakan sangat soft. Hingga akhirnya kita tidak sadar, bahwa mereka sudah menyebar dan hampir semua sudah masuk di tatanan kehidupan masyarakat desa itu sendiri.

Ditambahkan lagi, dengan kuranganya tingkat pemahaman di masyarakat, sehingga setiap melihat orang yang berceramah dengan bahasa yang asing-asing akan langsung dicap sebagai ahli agama.

” Saya sangat setuju dengan keputusan MUI dengan adanya sertifikasi bagi ulama,” ucap Andi, yang juga mantan aktivis HMI Mataram.

Karena melihat sekarang ini semakin banyak orang-orang yang secara bebas mengisi panggung ceramah di masjid atau kegiatan keagamaan lainnya. Maka dirasa sangat perlu adanya sertifikasi ini.

Dengan demikian bisa meretas cara mereka mendoktrin setiap jamaah yang hadir untuk mengarah ke arah pola pikir radikal.

Salah satu cara untuk meretas itu, yakni dengan cara memperbanyak membaca dengan ilmu baru, kemudian di setiap tingkatan desa harus melakukan kajian Islam secara komprehensif sambil saling koordinasi dengan stakeholder.

” Saya berharap, untuk semua kepala desa se-Kabupaten Sumbawa Barat untuk dari dini mencegah melalui memperbanyak kajian keIslaman di tingakatan desa masing-masing,” tutup Andi.

Kemudian, dari PCNU Sumbawa Barat, turut hadir khatib sekaligus pemateri yang mengatakan,” kalau berbicara terkait dengan radikalisme dan terorisme ini memang sudah banyak di KSB.”

Dengan adanya beberapa kelompok masyarakat yang sudah mulai menentang atau tidak mengikuti tugas sebagai warga negara, contohnya dengan tidak mau mengikuti upacara bendera dan mengenang jasa para pahlawan, sebenarnya kita patut bertanya ada apa?

Tapi kita sama-sama tahu, kalau ini adalah salah satu target dari kelompok ini untuk mengurangi rasa nasionalisme kita.

” Gerakan grass road mereka memang dari dulu menjadi momok menakutkan bagi kita semua,” tambahnya.

Pola gerakan grass road mereka inilah yang harus kita antisipasi, karena pola inilah yang dilakukan di Kabupaten Sumbawa Barat.

Untuk itu, kami dari PCNU Sumbawa Barat sudah dalam proses dari dini untuk menangkal hal ini terus berkembang di masyarakat. Contohnya terus mensupport segala bentuk kegiatan masyarakat ke arah peningkatan rasa nasionalis dan mengaktifkan semua lembaga-lembaga yang ada di bawah naungan PCNU Sumbawa Barat, tutupnya. (Gaff JN)