Kisah Polisi Calon Pengantin Batalkan 1000 Undangan: Sedih, Tapi Demi Kemanusiaan

JayantaraNews.com, Kab Bandung

” Sedih, kecewa. Tapi ini masalah kita peduli sama orang lain, soal kemanusiaan. Jadi ini yang terbaik.” Begitulah curhatan Bripka Fenny Octafiany Simamora (32), Anggota Kepolisian dari Polresta Bandung, yang sehari-hari berdinas di Staf Umum Polresta Bandung, dimana rencana resepsi pernikahannya dengan Bripka Amran Regen Situmeang batal di tengah merebaknya Virus Corona di Indonesia.

Semua persiapan sekitar setahun sudah rampung. Namun akhirnya, keputusan pembatalan resepsi pernikahan diambil pada menit-menit terakhir usai dilaksanakan prosesi lamaran di Saitni Huta Dolok Sanggul Sumatera Utara yang menjadi kota kelahiran ayahnya.

Rencananya, Bripka Fenny Octafiany Simamora bersama Bripka Amran Regen Situmeang akan melaksanakan resepsi pernikahan secara agama di Gereja HKBP Simanungkalit Tarutung Sipoholon, 23 Maret 2020 pagi.

Setelah itu, mereka dan keluarga besar keduanya akan melanjutkan acara pemberkatan adat Kasiulos di rumah mertuanya.

Sebanyak 1000 undangan pesta adat dan undangan umum sudah disebar jauh-jauh hari sebelumnya. Setelah lamaran, semua masih sesuai rencana. Namun Bripka Fenny Octafiany Simamora mulai bimbang, ketika pihak Istana dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menerbitkan Maklumat Kapolri yang salah satu isinya menginstruksikan personel Kepolisian untuk menindak tegas pihak yang masih membuat acara dan melibatkan banyak orang di tengah wabah Virus Corona (Covid-19).

” Selain demi kemanusiaan, juga memang ada perintah langsung dari istana dan juga Kapolri, itu sudah menjadi kewajiban aku sebagai anggota Polri melaksanakan perintah, aku langsung diskusi dengan pasangan,” cerita dia.

” Setelah berdiskusi, kami berdua dan keluarga sepakat untuk menunda acara resepsi pernikahan dan adat Batak. Kami ingin semua keluarga kami tetap sehat. Namun acara pernikahan dan acara adat pemberkatan di hadapan bapak pendeta tetap kami laksanakan secara keluarga yang hanya dihadiri keluarga yang bisa dihitung jari, dan waktunya juga sangat singkat,” curhatnya.

Perlu diketahui, acara adat Batak lazimnya melibatkan banyak orang. Bahkan sampai ribuan orang. Prosesi adat berjalan sejak siang dan biasanya berakhir pada petang, bahkan hingga malam.

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, SIK yang juga menjadi salah satu keluarga yang turut mengundang dalam acara resepsi pernikahan tersebut mengapresiasi keputusan tersebut. ” Anak kami seorang putri terbaik dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Adinda Bripka Fenny Octafiany Simamora memang seorang yang baik dan patuh, maka sudah sepantasnya bagi seorang alat negara yang disiplin dan patuh terhadap perintah, dia undur hari bersejarahnya demi kemanusiaan,” katanya.

Kapolresta Bandung juga mengucapkan permintaan maaf kepada para tamu undangan karena resepsi tersebut dibatalkan. ” Saya mengucapkan permintaan maaf kepada para tamu undangan,” ungkapnya. (Egi BP)