Akui Dugaan Penghinaan Terhadap Wartawan, Melalui PWOIN Riau Bank BTN Sampaikan Permintaan Maaf

JayantaraNews.com, Pekanbaru

Terkait dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan yang diduga dilakukan oleh “JS” oknum Bank BTN Sudirman Pekanbaru terhadap Anshori salah seorang Wartawan Global News dengan perkataan “Wartawan Sampah”, Senin (13/4/2020) kemarin, disikapi beberapa pihak.

PWOIN (Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara) Provinsi Riau, yang diwakili Ismail Sarlata (Sekretaris), Pajar Saragih (Wakil Sekretaris), Emos Ghea (Bendahara) dan Nurhayati (Wakil Bendahara), mendatangi Kantor Bank BTN (Bank Tabungan Negara) yang berlokasi Jln Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Rabu (15/4/2020).

Kedatangan PWOIN Riau atas permintaan kedua belah pihak, antara PWOIN Riau dengan pihak Bank BTN, dimana pihak BTN melalui Sucipto selaku Wakil Kepala BTN Sudirman Pekanbaru, untuk sama-sama memberikan solusi yang terbaik atas dugaan penghinaan yang diduga dilakukan oleh “JS” Staf BTN Sudirman.

Dalam pertemuan tersebut di atas, dibuka awal oleh Sucipto Wakil Kepala Cabang BTN yang mengatakan,” Mari sama-sama mencari solusi yang terbaik, serta sama-sama legowo dan saling memaafkan,” katanya.

” Kehadiran PWOIN Riau meminta kepada pihak BTN untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan akan kejadian dugaan penghinaan yang telah terjadi dan diduga dilakukan oleh “JS” salah seorang Staf BTN Sudirman. Begitu juga sebaliknya, Anshori selaku Jurnalis yang mendapatkan perkataan yang melukai hati selaku Insan Pers dengan perkataan “Wartawan Sampah”, ucap Ismail Sarlata.

Ia juga meminta kepada JS yang merupakan Staf BTN yang diduga melakukan penghinaan terhadap profesi, untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung di hadapan Insan Pers yang ada di Riau dan yang hadir mengatasnamakan PWOIN Riau, serta pernyataan maaf secara tertulis yang dituangkan dalam hasil pertemuan yang telah dilakukan.

” Saya akui, saya mengatakan kepada beliau (Anshori) adalah Wartawan Sampah. Atas perkataan tersebut, saya menyampaikan permintaan maaf, namun perkataan tersebut itu saya katakan dikarenakan ada sebabnya,” ungkap JS.

” Apapun itu alasannya, JS tidak memiliki Hak atas perkataan yang dilontarkan kepada Insan Pers dengan perkataan “Wartawan Sampah”, karena perkataan tersebut dapat melukai hati seluruh Insan Pers terutama yang ada di Provinsi Riau,” ungkap Ismail lagi, yang memotong perkataan JS Staf Bank BTN Sudirman Pekanbaru Provinsi Riau.

Atas pertemuan yang telah dilakukan, Ismail Sarlata dengan tegas meminta untuk sama-sama tidak menarik peristiwa yang sudah terjadi, dan hendaknya JS memberikan pernyataan permintaan maaf akan perkataan yang telah dilontarkan dirinya yang dapat menyinggung hati dan perasaan wartawan seluruhnya, terutama di Provinsi Riau.

” Jujur itu mengurangi dosa, dan melakukan permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukan tidak menjadi manusia hina di hadapan Tuhan dan di mata Makhluk Ciptaan Tuhan,” tegas Ismail Sarlata.

Usai JS menyampaikan permintaan maaf, Sucipto selaku Wakil Kepala Bank BTN Sudirman juga turut menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang telah terjadi di BTN Sudirman Pekanbaru. ” Semoga dengan kejadian yang telah terjadi, dapat menjadi pelajaran bagi pihak BTN untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Dari hasil pertemuan yang telah dilakukan, pernyataan permintaan maaf yang disampaikan oleh JS dan Sucipto Wakil Kepala BTN Sudirman dituangkan secara Tertulis dalam bentuk Surat Pernyataan Perdamaian yang diberikan:

Bahwa pada hari ini Rabu, tanggal 15 April 2020, bertempat di ruang rapat lantai 2 (dua) Bank BTN Kantor Cabang Pekanbaru Jln Jenderal Sudirman No 393 Kota Pekanbaru, telah diadakan pertemuan antara Bank BTN Kantor Cabang Pekanbaru dengan PWOIN Riau, dan Alhamdulillah telah mencapai kesepakatan/mufakat sebagai berikut :

1. Bahwa pihak Bank BTN Kantor Cabang Pekanbaru menyatakan permintaan maaf atas kalimat yang mengandung unsur penghinaan terhadap profesi wartawan dan sudah mengklarifikasi yang sebenarnya, dan maksud pernyataan tersebut bukanlah ingin menghina profesi wartawan
2. Bahwa PWOIN Riau telah menerima permintaan maaf dari pihak Bank BTN Kantor Cabang Pekanbaru
3. Bahwa tidak ada lagi polemik dan permasalahan yang terjadi, antara pihak Bank BTN Kantor Cabang Pekanbaru yang berkaitan dengan wartawan maupun PWOIN Riau, dan di kemudian hari tidak akan mempersoalkan hal yang terjadi, karena sudah ada perdamaian.

Usai pertemuan tersebut di atas, atas nama Rizal Tanjung Ketua PWOIN Riau, Ismail Sarlata Sekretaris, meminta kepada wartawan yang tergabung di PWOIN Riau untuk senantiasa taat pada AD/ART dan PO (Peraturan Organisasi) dan dapat menjaga sikap dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dan anggota PWOIN Riau juga diharapkan dapat menjalankan tugasnya dalam menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang telah diamandemenkan, serta perundang-undangan lainnya yang berlaku di NKRI.

Sumber : Sekretariat Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Riau