Kadisnaker DKI Dibohongi, Konfederasi KBM Minta Gubernur COPOT Dirut Pasar Jaya Arief Nasruddin

JayantaraNews.com, Jakarta

Ketua Presidium Konfederasi Kesatuan Buruh Marhaenis (KBM), Binsar Siagian, SH

Keresahan ribuan karyawan Perumda Pasar Jaya yang dipaksa melakukan “kerja rodi” mem-packing 1,2 juta sembako “proyek” Gubernur Anies Baswedan, di Jakgrosir Pasar Induk Kramat Jati dan JIEP Pulo Gadung Jakarta Timur sejak 13  April sampai kemarin, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta Andri Yansyah.

Baca berita terkait:

– Tender Parkir Pasar Jaya Tantang Kebijakan Anies, AI Ancam POLISIKAN Panitia Lelang – https://www.jayantaranews.com/2020/04/55316/

– Bos Pasar Jaya Kangkangi Instruksi Gubernur, Penunjukkan Sucofindo Sebagai Panitia Lelang, DIPAKSAKAN! – https://www.jayantaranews.com/2020/04/55406/

– Miris!, Imbas Lelang Dipaksakan, Perumda Pasar Jaya Bakal Ciptakan 1500 Pengangguran – https://www.jayantaranews.com/2020/04/55489/

– Lelang Parkir Pasar Jaya Munculkan Gejolak Sosial, Aspeparindo DKI: Segera Kita Bawa Ke Ranah Hukum! – https://www.jayantaranews.com/2020/04/55530/

– Sikap Dirut Pasar Jaya Yang ABS & KerjaRodikan Karyawan, Beranikah ANIES Bertindak? – https://www.jayantaranews.com/2020/04/55674/

Dikemukakan Andri Yansyah, pihaknya siap melakukan inspeksi atau pengecekan di lapangan untuk mendengar langsung keluhan dari karyawan Pasar Jaya.

Para karyawan ini seperti diketahui, bekerja simultan, melebihi jam kerja standar tanpa disertai aturan protokol kesehatan terkait Covid-19. Bahkan saat bekerja juga tidak diberikan masker, sehingga karyawan terpaksa beli masker sendiri. Tapi ada juga karyawan yang tidak memakai masker, dan rawan dengan penularan Covid-19

” Kami menuntut Pak Anies melakukan Rapid Test kepada semua karyawan Pasar Jaya,” jelas seorang karyawan Pasar Jaya di kawasan Jakarta Selatan.

Kadisnaker DKI, Andri Yansyah

Sementara, Kadisnaker DKI Andri Yansyah yang dikonfirmasi masalah ini mengatakan, bahwa dirinya sudah konfirmasi dengan Dirut Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin. ” Menurut Dirut Pasar Jaya, ternyata mekanisme jam kerjanya dibagi 3 shift. Jadi masing-masing pekerja berkerja selama 8 jam. Dan sudah melakukan protokol Covid-19,” ujar Andri Yansyah melalui WhatsApp, hari ini, Minggu (26/4/2020).

Kalau mengacu pada keterangan Dirut Pasar Jaya, tambah Andri Yansyah, berarti masih sesuai ketentuan. Masih dibolehkan.

Tapi, ketika didesak bahwa hal itu tidak sesuai kenyataan di lapangan, karena berbeda dengan keterangan para karyawan, yang menyebut bahwa dalam 24 jam hanya ada 2 shift, Kadisnaker DKI menyatakan, bahwa menurut Pak Arief (Dirut Pasar Jaya) dibagi 3 shift dan bekerja selama 8 jam.

Ketika ditanya, apakah bisa dilakukan crosscheck dengan pihak karyawan, Kadisnaker menjawab: ” Bisa..Insya Allah akan kami lakukan check and recheck,” ucapnya.

Namun soal permintaan karyawan untuk dilakukan Rapid Test, Andri Yansyah menjawab, bahwa Rapid Test bukan kewenangannya.

” Saya hanya bisa menjawab terkait masalah jam kerja saja,” ujarnya.

Pada kesempatan wawancara via WA, Kadisnaker juga minta dikirimi video atau foto yang memperlihatkan para karyawan Perumda Pasar Jaya bekerja mengepack sembako. Dia berjanji, foto atau video tersebut akan dipelajari.

– Dirut Pasar Jaya Pembohong Sudah Menerapkan Protokol Kesehatan –

Sementara itu, Ketua Presidium Konfederasi Kesatuan Buruh Marhaenis (KBM) Binsar Siagian, SH menuding Dirut Pasar Jaya (Arief Nasruddin) telah memberikan keterangan yang tidak benar kepada Kadisnaker DKI Jakarta.

” Dirut Pasar Jaya pembohong.  Karena yang terjadi dia tidak menerapkan Protokol Kesehatan yang diatur Perkemendes,” ujarnya.

Pernyataan ini melihat hasil investigasi KBM dan para karyawan Pasar Jaya ketika mendapatkan pekerjaan Paket Sembako 1,2 juta di Jakgrosir Pasar Induk Kramat Jati dan JIEP Pulo Gadung Jakarta Timur.

” Jelas sekali sesuai pengakuan karyawan Pasar Jaya dan karyawan, tidak diberi Alat Pelindung Diri (ADP) seperti masker dan saputangan,” papar Binsar Siagian yang terjun langsung seminggu ini di lokasi pasar tersebut.

Selain itu, Binsar juga membeberkan, pengakuan karyawan Pasar Jaya dan Konfederasi KBM ini sudah dirilis hampir 30 media online. ” Apa saudara Arief bisa berkelit,” tukas Binsar.

Seharusnya, kalau Dirut Arief benar, panggil media yang menayangkan monitoring dan pemantauan ini. ” Silakan Dirut ngomong sama pimpinan media, bahwa Dirut sudah melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan Perkemkes,” tegas Binsar yang juga Ketua FK LSM Jakarta ini.

” Saya melihat, Dirut Arief tidak pantas duduk sebagai Dirut Pasar Jaya. Saya minta Gubernur DKI Jakarta copot Dirut Arief Nasrudin,” tegasnya, seraya meminta kepada Gubernur Anis agar melakan Rapid Test untuk melindungi pekerja dan buruh Pasar Jaya.

” Saya yakin, kondisi buruh dan pekerja Pasar Jaya diambang krisis pandemik Corona akibat keteledoran Dirut Pasar Jaya,” pungkasnya. (Tim)