LAMI Kepri Minta APH Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Dana Desa Tinjul 2018/2019

JayantaraNews.com, Lingga

Beberapa paket pembangunan kegiatan yang dianggap mangkrak dan terbengkalai di Desa Tinjul, yang bersumber dari anggaran dana desa (ADD/DD) tahun anggaran 2018/2019, menjadi sorotan publik, salah satunya terungkap dari Ketua DPD LSM LAMI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Ketua DPD LSM LAMI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Agus Ramdah Karim

Agus Ramdah Karim, atau yang akrab disapa Tok Agus Ramdah, meminta agar aparat penegak hukum (APH) dapat mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Desa Tinjul, tahun anggaran 2018/2019, karena banyaknya kegiatan yang dinilai terbengkalai.

Adapun kegiatan-kegiatan yang sampai saat ini belum siap, antara lain; pengadaan pompong desa, penimbunan dan pengerasan jalan bangsal,   pembangunan gedung TPA, dan pembangunan Kios Bumdes. Ada juga item-item lain, seperti kegiatan pembinaan dan pemberdayaan yang terkesan asal jadi, katanya.

” Kami dari DPD LAMI Provinsi Kepri, meminta kepada aparat penegak hukum (APH) agar dapat mengusut tuntas kasus ini. Karena sudah jelas, masa jabatan Rustam Efendi selaku Kades Tinjul telah habis pada bulan Januari 2020. Namun masih banyak pekerjaan yang belum siap, dan kami menduga anggarannya telah raib,” ungkap Tok Agus Ramdah kepada awak media (28/4) melalui telepon selulernya.

Di tempat yang sama, beberapa warga Desa Tinjul pun saat ditemui awak media, mengatakan sangat berharap agar pihak penegak hukum dapat mengusut kasus ini. Apalagi saat ini mantan Kades Tinjul sudah hampir 5 bulan tidak pulang ke Tinjul.

Sementara itu, guna mengklarifikasi persoalan di atas, mantan Kades Tinjul yang dihubungi awak media beberapa kali, baik melaui telepon seluler maupun WhatsAppnya, tidak aktif. (Mhmd)