Waduh! Bayi 3 Bulan & Bocah 6 Tahun Terpapar Virus Corona

Gambar ilustrasi

JayantaraNews.com, Mataram  

Seorang Bayi berumur 3 bulan, warga Ampenan Mataram, inisial MB dan Bocah 6 tahun inisial ZZM, perempuan, warga Ampenan Kota Mataram dinyatakan positif Virus Corona, setelah kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 106 dan pasien nomor 181.

“ Pasien nomor 234, inisial MB (3 bulan) laki-laki, dan Kemudian, pasien nomor 235 inisial ZZM, (6) perempuan, warga Ampenan Kota Mataram dinyatakan positif Virus Corona, setelah riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 106 dan nomor 181,” ungkap Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, HL Gita Ariyadi, Sabtu (2/5) dalam keterangan rilis resminya.

Dia mengatakan, saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik. Berdasarkan data Tim Gugus Tugas di NTB, terdapat 17 orang penambahan dinyatakan positif virus.

“ Sebanyak 148 sampel Swab telah diperiksa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, hasil 119 sampel negatif, 9 sampel positif ulang, dan 17 sampel kasus baru positif Covid-19,” kata dia.

Terhadap kasus lainnya, pasien nomor 236, inisial D, (58) laki-laki, warga Kebon Sari, Ampenan, Kota Mataram, kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 147 dan nomor 162.

Pasien nomor 237, N, (23) perempuan, Kebon Sari, Ampenan, Kota Mataram, kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 147 dan nomor 162.

Pasien nomor 238, DAK, (15) laki-laki, Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 73.

Pasien nomor 239, NA, (32) perempuan, Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 73. Selanjutnya, pasien nomor 240, DR, (27) perempuan, Desa Labuhan Bontong, Tarano, Kabupaten Sumbawa, kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 73.

Pasien nomor 241, R, (57) perempuan, Desa Labuhan Bontong, Tarano, Kabupaten Sumbawa, kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 73. Kemudian pasien nomor 242, RM, (22) perempuan, warga Turida, Sandubaya, Kota Mataram, kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 171. Pasien nomor 243, ATA, (23) laki-laki, warga Turida, Sandubaya, Kota Mataram, kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 171.

Pasien nomor 244, M, (52) perempuan, warga Turida, Sandubaya, Kota Mataram, kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 171. Pasien nomor 245, A, (51) laki-laki, warga Kandai I, Dompu, pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien nomor 246, A, (44) laki-laki, warga Desa Nusa Jaya, Manggalewa, Dompu. Pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Pasien nomor 247, J, (34) laki-laki, warga Desa Keramat, Kilo, Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien nomor 248, M, (54) laki-laki, Desa Keramat, Kilo, Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien nomor 249, H, (25) laki-laki, warga Desa Nowa, Woja, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

“ Terakhir adalah pasien nomor 250, M, (57) laki-laki, warga Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar,” tutur Gita Ariadi.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB ini juga memaparkan total pasien sembuh sebanyak 36 orang. Untuk hari ini saja, bertambah 4 (empat) orang. Keempat orang itu yakni pasien nomor 23, inisial MP (51) perempuan, warga Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien nomor 103 inisial RM, (29) perempuan, warga Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien nomor 106, inisial MZ, (42) laki-laki, warga Dayan Peken, Ampenan, Kota Mataram. Terakhir, pasien nomor 227, inisial I, (62) laki-laki, warga Plembak, Ampenan, Kota Mataram.

“ Adanya kasus baru 17 orang, total komulatif positif virus 250 orang, masih terpapar dan dalam perawatan sebanyak 210 kasus,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan, selain kasus baru dari klaster-klaster yang sudah dipetakan serta status dibeberapa daerah sebagai transmisi lokal, perkembangan peningkatan ini juga terjadi karena masyarakat sebagai garda terdepan belum semuanya kompak dan bersatu untuk disiplin memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat.

“ Kerumunan masyarakat masih terpantau di beberapa tempat, seperti pasar tradisional, di beberapa ruas jalan dan tempat ibadah. Perlu adanya penertiban oleh pemerintah daerah setempat berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri serta unsur keamanan terkait lainnya. Kerjasama pemerintah bersama masyarakat menjadi faktor paling penting memutus mata rantai wabah ini. Masalah Covid-19 hanya bisa dicegah dengan sikap kepatuhan dan kedisiplinan dari kita semua,” tutup HL Gita Ariadi. (JN-red)