MOI NTB Sesalkan Sikap Oknum Polisi Polresta Mataram Terhadap Wartawan

JayantaraNews.com, Mataram 

Bertugas dalam melaksanakan setiap kegiatan Jurnalistik guna mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi, ialah tugas seorang Jurnalis.

Seorang Jurnalis dalam menjalankan tugas fungsinya sebagai jurnalistik telah diatur dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), yaitu himpunan etika profesi kewartawanan dalam setiap tanggung jawab saat menjalankan profesinya  mencari dan menyajikan sesuai dengan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Tetapi profesi jurnalistik ini kadang sering dianggap profesi sepele bagi segelintir orang dan seakan tidak terima saat ditanyai oleh awak media terkait kejadian di lapangan.

Seperti yang dialami oleh seorang wartawan dari media cetak dan online LensaNTB.com sebut, saja HRS.

Ia mengalami ketidaknyamanan oleh sikap oleh oknum Anggota Patroli Satuan Sabhara Polres Kota Mataram saat ia hendak menanyai informasi kejadian keramaian saat ia kebetulan melintas.

“Ketidaknyamanan oleh sikap oknum Polisi Sabhara Polresta Mataram saat saya hendak menanyai atas keramaian yang terjadi, tepatnya di pintu masuk RSU Kota Mataram, pada Senin (4/5/2020) pukul 22.09 Wita,” ujar HRS saat dikonfirmasi JayantaraNews.com.

“Oknum Polisi tersebut langsung menanyai saya dari mana mas, saya langsung menjawab saya wartawan, Pak. Ini ada kejadian apa, Pak. Polisi tersebut mengatakan, masker masnya mana ? atur jarak mas ya, tanpa sedikit pun menggubris pertanyaan dari saya sebagai pewarta yang ingin mengetahui atas kejadian tersebut.”

“Saya kembali menaiki kendaraan roda dua dan memfoto untuk dikonfirmasi kepada pimpinan satuannya. Tetapi sikap saya mengundang perhatian beberapa oknum Polisi tersebut.”

Oknum Polisi tersebut bertanya, ID cardnya mana, dengan nada sedikit lantang. “Saya menjawab, ada di rumah, Pak. Saya baru pulang fitnes, kebetulan saya melihat ada apa ini, oleh sebab itu saya menghampiri untuk bertanya.”

” Oknum tersebut memfoto motor saya, dan salah satu anggota berkata, tidak malu ya wartawan tidak pakai masker?”

“Saya apresiasi atas tindakan Anggota Polisi Patroli Satuan Sabhara Polresta Mataram tersebut dalam pencegahan  Covid-19, tetapi hak saya bertanya sebagai Jurnalis yang telah diatur dalam UU Pers belum dijalankan, dan seakan membungkam atas kejadian tersebut,” ungkap HRS.

Menyikapi permasalahan tersebut, Amrin selaku Ketua DPW Perkumpulan Media Online Indonesia wilayah Provinsi NTB (DPW MOI NTB) sangat menyesalkan sikap oknum Anggota Polisi tersebut.

“Saya selaku Ketua DPW MOI NTB sangat menyesalkan atas sikap oknum Anggota Polisi tersebut yang seakan-akan tidak bersahabat dengan awak media. Mungkin dia lupa akan tugas utamanya, yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” tegasnya. (Zi JN)