BPD Karang Dima Pertanyakan Penarikan Uang Yang Dilakukan Oleh Kades

JayantaraNews.com, Sumbawa

Dua anggota Badan Perwakilan Desa (BPD), Karang Dima Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa mempertanyakan perihal penarikan uang Kepala Desa kepada 3 (tiga) Kepala Dusun (Kadus) di desa setempat.

Anggota BPD Karang Dima, Latif, kepada wartawan mengungkapkan, ada 3 (tiga) Kadus yang melapor kepada kami, bahwa ada permintaan sejumlah uang yang dilakukan oleh Kepala Desa Karang Dima.

“Salah satu anggota BPD menceritakan kepada kami tentang ada 3 (tiga) Kadus yang dimintai sejumlah uang oleh Kades, terkait tentang adanya temuan dari Inspektorat,” kata Latif kepada wartawan, Minggu (10/5/20).

Menurut Latif, atas hal tersebut kemudian kami mendatangi Kantor Inspektorat bersama Ketua BPD Karang Dima.

“Pada bulan Maret kami datang ke Inspektorat bersama 3 (tiga) unsur BPD Karang Dima dan 1 (satu) orang anggota,” tegasnya.

Saat di Kantor Inspektorat, kami diberi penjelasan tentang kedatangan kami berempat, lanjutnya.

“Bahwa tidak ada perintah dari Inspektorat untuk memungut biaya ganti rugi. Dan atas hal ini pihak Inspektorat sangat keberatan,” ujar Latif sambil menirukan pihak dari Inspektorat.

Pihak Inspektorat juga mengatakan, bahwa kami akan mengadakan rapat dengan pihak Saber Pungli, sebab ini menyangkut dengan nama Lembaga Inspektorat,” kembali Latif menirukan ucapan pihak Inspektorat.

Masih menurut Latif, terhadap persoalan ini, dirinya meminta kepada Ketua BPD Karang Dima agar ada tindak lanjut terhadap hal ini. “Saya harap kepada Ketua BPD untuk menindaklanjuti persoalan ini. Karena hal ini menyangkut atas nama lembaga,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris BPD Karang Dima, Andi Indermawan, kepada awak media yang mengatakan, jika yang dilakukan oleh Kades itu adalah kesalahan besar.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Dan Kades harus mempertanggungjawabkan atas apa yang dilakukannya,” tegas Andi sapaan akrabnya.

Dikatakan Andi, memang informasi ini kami sudah telusuri langsung ke Inspektorat. Dan Inspektorat tidak pernah memerintahkan hal tersebut kepada Kades.

“Kades harus jujur atas hal ini. Jangan pernah mempertaruhkan jabatan demi hal-hal yang tidak benar. Apalagi melanggar hukum,” tandas Andi

Terpisah, saat dihubungi via telepon, Kepala Desa Karang Dima, Ibrahim Besari mengatakan, bahwa dirinya akan menanyakan langsung tentang kebenaran informasi tersebut.

“Terima kasih atas informasinya. Dan nanti akan kita tanyakan langsung kepada 3 (tiga) Kadus tersebut,” tutupnya.

Diketahui, bahwa pada tahun 2018 lalu di 3 (tiga) dusun, yakni di Dusun Bangkong ada proyek pembangunan JUT, dan  Pengaman Pantai di Dusun Tanjung Pengamas serta proyek JUT di Dusun Pemulung. Tiga kepala dusun tersebut dimintai sejumlah uang oleh Kades dengan jumlah yang bervariasi. Kadus Bangkong Rp 15.600.000, Kadus Tanjung Pengamas Rp 3 juta dan Kadus Pemulung Rp 10.000.000. (dhy JN)