1 Dari 3 Kasus Positif Wilayah Cimenyan Meninggal, Ahmad Rizki: Semoga Jadi Perhatian & Tetap Waspada!!!

JayantaraNews.com, Cimenyan

Gambar ilustrasi

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, mencatat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per-hari Kamis (21/5) pukul 12.00 WIB bertambah 973 orang, sehingga totalnya menjadi 20.162. Sedangkan pasien sembuh menjadi 4.838 setelah ada penambahan 263 orang, dan kasus meninggal menjadi 1.278 dengan penambahan 36 orang.

“Hari ini meningkat 973 orang. Peningkatan ini luar biasa dan peningkatan inilah yang tertinggi,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto, dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (21/5), (sumber: covid19.go.id).

Pemerintah, terkhusus Kabupaten Bandung, selalu intens memberikan imbauan demi imbauan agar masyarakatnya patuh akan instruksi tersebut. Namun rupanya masih saja banyak yang membandel keluar rumah, berkerumun tanpa jaga jarak. Apalagi menghadapi Lebaran Iedul Fitri, yang sebagian orang cenderung berbelanja kebutuhan lebaran ke Mall, ketimbang keselamatan diri dan keluarganya.

Imbauan Pemerintah Kabupaten Bandung tidak hanya seputaran protokol kesehatan, namun juga mengimbau agar tidak dilaksanakannya Salat Sunat Iedul Fitri secara massal, untuk wilayah yang terkonfirmasi COVID.

Hal demikian juga diterapkan di wilayah Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, menyusul adanya data dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Cibeunying dengan wilayah kerja; Cibeunying, Ciburial, Mekarsaluyu dan Padasuka, yang memberitahukan adanya 3 (tiga) Kasus Positif, dan 1 (satu) orang meninggal, serta ada beberapa orang yang sedang menunggu hasil pemeriksaan Swab (data terlampir).

Data dari Puskesmas Cibeunying

Mengacu pada Keputusan Bupati Bandung, Nomor 443/Kep.336 – Huk/2020, tentang Penetapan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Corona Virus Desease (Covid-19) di Kabupaten Bandung dan Indikator Penentuan Level Kewaspadaan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, maka dengan ini kami merekomendasikan untuk wilayah yang setidaknya memiliki 1 (satu) Kasus Positif, untuk tidak menyelenggarakan Salat Iedul Fitri Massal.

Adapun, dipertanyakan tentang siapa-siapa saja warga Cimenyan yang terjangkit, melalui pesan WhatsAppnya, Kepala Puskesmas Cibeunying, dr. Nita Emilia Thamrin mengatakan, “Maaf, Pak. Data pasien adalah rahasia pasien, itu sumpah jabatan saya.”

Kembali dipertanyakan perihal peliputan di Media Online JayantaraNews.com, sebagai corong untuk mempublikasikan agar masyarakat Cibeunying khususnya, dan Kecamatan Cimenyan pada umumnya untuk lebih waspada, dr. Nita menuturkan, “Wah..itu kewenangan Gugus Tugas Kecamatan, Ketuanya Pak Camat. Silahkan izin ke beliau,” katanya, Jum’at (22/5/2020).

Ahmad Rizki Nugraha, Camat Cimenyan

Di waktu yang sama, Camat Cimenyan (Ahmad Rizki Nugraha), yang juga Ketua Gugus Tugas Kecamatan Cimenyan, mengakui akan Kasus Positif di wilayahnya. Melalui JayantaraNews.com, ia mengatakan, “Memang begitu sesuai Surat Edaran dari Kepala Puskesmas Cibeunying, dr. Nita. Tetap waspada saja, dan patuhi imbauan pemerintah,” ucapnya, yang ditambahkan Bidan Desa (Yani Rustiani), “Iya, Pak. Itu data terbaru dari Puskesmas Cibeunying, semoga menjadi perhatian bagi warga,” tuturnya.

Yani Rustiani, Bidan Desa
Data dari Puskesmas Cimenyan

Dikatakan Ahmad Rizki, bahwa di wilayah lain di Kecamatan Cimenyan tidak ada. “Hanya 3 (tiga) wilayah itu saja. Adapun menurut data dari Puskesmas Cimenyan, hanya 1 (satu) orang yang ODP (Orang Dalam Pemantauan) di Sindanglaya, yang lain nihil,” ungkapnya. (Yudin/Han2)