Bupati Agam Imbau Masyarakat Tidak Laksanakan Salat Idul Fitri Berjamaah di Masjid

Bupati Agam Sumatera Barat Dr. Ir. H. Indra Catri, MSP

JayantaraNews.com, Agam

Untuk melaksanakan salat Idul Fitri, Bupati Agam Sumatera Barat Dr. Ir. H. Indra Catri, MSP mengimbau kepada seluruh masyarakat Agam untuk tidak melaksanakan Salat Idul Fitri secara berjamaah di masjid dan juga di lapangan, sebagaimana upaya untuk mencegah penyebaran wabah Virus Corona  (Covid-19), Jum’at (22/5/2020).

“Marilah kita laksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing, karena Idul Fitri 1441 Hijriyah masih dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap II di Agam,” ucap Bupati.

Bupati Agam didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) Agam Khasman Zaini di Lubuk Basung.

Menurut Bupati Agam, imbauan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400/246/KESRA/V/2020 Tanggal 20 Mei 2020 tentang Pelaksanaan salat Idul Fitri secara berjamaah.

Isi surat edaran ini mengacu bagaimana langkah  menindaklanjuti Surat Gubernur Sumatera Barat No: 360/124/COVID-19/SBR pada tanggal 18 Mei 2020 lalu, perihal kesimpulan Rakor Menkopulkam dan Gubernur seluru Indonesia.

Dimana Surat Gubernur Sumbar No 360/117/COVID-19/SBR/V/2020 pada tanggal 13 Mei 2020 perihal sholat berjamaan di masjid di saat kondisi wabah Virus Corona (Covid-19) dan juga surat dari dewan pimpinan MUI 001/MUI-SBR/V/2020 tanggal 18 Mei 2020 tentang Bayan (Penjelasan) Penyelenggaraan Idul Fitri 1441 Hijriyah di Provinsi Sumatera Barat ini.

“Karena ada dasar itu, masyarakat diimbau untuk tidak melaksanakan di masjid, dan harus melaksanakannya di rumah masing-masing,” ulasnya.

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang masih berkeinginan untuk melaksanakan salat Ied secara berjamaah, harus ada penetapan dari pejabat berwenang, bahwa di daerah tersebut tidak sedang kondisi mewabahnya Virus Corona (Covid-19), bisa dikatakan daerah tersebut telah ditutup akses pintu masuk dan keluar di daerah itu.

Seterusnya, tidak ada kasus positif Virus Corona di wilayah masjid tersebut, jamaah merupakan warga yang dikenal pengurus dan dalam keadaan sehat dengan tetap menggunakan masker, juga APD lainnya.

“Untuk daerah yang sudah terkendali penyebarannya, daerah itu harus berpedoman Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat dan salat Idul Fitri di saat pandemi Virus Corona (Covid-19), dan juga maklumat dan tausiyah dari MUI Sumatera Barat,” tambahnya.

Untuk keamanan agar menciptakan rasa nyaman, Pemerintah Kecamatan, Forkopimcam bersama Polri, TNI dan tergabung Satpol PP, Damkar melakukan pengamanan dengan menjaga serta memfasilitasi ketertiban di daerah itu.

“Tim yang telah ditetapkan akan mengawasi secara ketat, diharapkan masyarakat tetap menjaga aturan dari protokol kesehatan,” tutup Bupati. (ZH)