BPI KPNPA RI Minta KAPOLRI Atensi, Penanganan Kasus Pembunuhan Di Polrestabes Medan Terkesan Mandul

JayantaraNews.com, Medan

Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Drs. H. Idham Azis  Atensi atas kasus Pembunuhan  almarhum Nasib Supriyadi (Ketua Kelompok Tani Sedulur 2 Desa Sei Saentis Percut Sei Tuan Medan.

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Tubagus Rahmad Sukendar

Hal ini ditegaskan TB Rahmad Sukendar, selaku Ketua Umum BPI KPNPA RI, saat menerima aduan perlindungan hukum dari keluarga almarhum (Nasib Supriyadi) yang telah melaporkan kepada BPI KPNPA RI untuk segera menindaklanjuti kepada Kapolri di Jakarta, terkait pelaku pembunuhan yang masih bebas berkeliaran di kediamannya.

Dari pihak keluarga sudah memberi informasi kepada pihak Polrestabes Medan, namun sampai dengan hari ini tidak ada upaya serius untuk menangkap  tersangka pembunuhan almarhum Nasib Supriyadi, sementara para pelaku pun masih belum ditangkapnya.

Diketahui, Suprapto alias Genjot, merupakan pelaku Pembunuhan almarhum Nasib Supriyadi selaku Ketua Kelompok Tani Sedulur 2 di Desa Saintis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menyikapi aduan dari keluarga korban almarhum Nasib Supriyadi, Ketua BPI KPNPA RI Tubagus Rahmad Sukendar, segera ambil sikap. “Kami akan menindaklanjuti laporan dari keluarga almarhum Nasib Supriyadi untuk mendapatkan perhatian Kapolri, dikarenakan dari pihak Polrestabes Medan tidak mendapat respon,” ujarnya,

Pihak Pelapor keluarga korban

Sebagaimana diketahui, bahwa almarhum Nasib Supriyadi tewas secara mengenaskan, yakni dipanah beracun oleh Suprapto alias Genjot dengan kelompoknya. Pelaku yang terlibat sebagai dalang dari Pembunuhan sampai dengan saat ini tidak kunjung juga ditangkap Polrestabes Medan.

Barang bukti berupa anak panah

Merasa lambannya proses penangkapan terhadap dua pelaku tersebut, dari pihak keluarga korban pembunuhan melaporkan masalah tersebut kepada Irwasda Polda Sumatera Utara untuk mohon Perlindungan Hukum dan meminta keadilan, namun belum juga ada proses tindak lanjut untuk Polrestabes melakukan penangkapan.

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol. Drs. Eko menyampaikan kepada perwakilan keluarga, bahwa masalah tersebut sudah diatensikan Kapolrestabes Medan dan Kasat Reskrim untuk segera menangkap pelaku Suprapto alias Genjot dan Sofian alias EO mantan residivis terkait Curanmor dan Narkoba, yang sampai saat ini masih berkeliaran di wilayah Percut Sei Tuan. Tragisnya lagi, kelompok tersebut bahkan pada hari Selasa tanggal  19 Mei 2020 kembali melakukan perbuatan tindak pidana penganiayaan dan perampasan HP. Kasusnya sudah dilaporkan Ke Polsek Percut Sei Tuan, namun belum juga ada respon dari pihak Polsek Percut Sei Tuan.

Atas adanya kejadian penganiayaan kepada korban anggota petani yang sudah dilaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan tersebut, pihak keluarga korban berharap, agar Kapolri maupun Kapolda Sumut segera  melakukan penindakan penangkapan kepada Pelaku Pembunuhan, mantan Residivis yang sangat meresahkan masyarakat dan saat ini masih bebas berkeliaran.

Jika perlu, bila pihak Polrestabes Medan tidak mau melakukan penangkapan, segera saja kasus pembunuhan tersebut diambil alih oleh Polda Sumatera Utara.

Melalui JayantaraNews.com, Tubagus Rahmad Sukendar kembali berkomentar dan menyampaikan keprihatinan yang mendalam. “Saya selaku Ketua Umum BPI KPNPA RI berharap, Kapolri dan Kapoldasu segera perintahkan Dit Reskrimum Poldasu turun langsung melakukan penangkapan terhadap Suprapto alias Genjot, agar Hukum benar-benar ditegakkan, tidak ada tebang pilih, dan agar tidak terkesan mandul. Para Pelaku Pembunuhan yang masih berkeliaran tersebut segera ditangkap! Selain itu, agar jangan ada asumsi miring bahwa seakan ada oknum yang melindungi pelaku, sehingga berimbas jatuh dan buruknya citra Penegakkan Hukum di NKRI,” tandasnya. (Red)