Pemdes Montong Baan Selatan Gelar Mediasi Soal Dugaan Pemalsuan Tandatangan Di PAUD Putri Galuh

JayantaraNews.com, NTB

Pemdes Montong Baan Selatan menggelar Mediasi, terkait adanya persoalan melibatkan PAUD Putri Galuh, atas dugaan ketidaktransparanan dan Pemalsuan Tanda Tangan oleh Bendahara, Kamis, 21/5/2020.

PAUD Putri Galuh adalah Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang di dalamnya terdapat KB (Kelompok Bermain) peruntukkan bagi anak usia 0-4 tahun dan TK (Taman Kanak-kanak).

PAUD Putri Galuh dan KB, yang berlokasi di Dusun Lengaluh Desa Montong Baan Selatan, awalnya berada dalam satu naungan. Namun seiring berjalannya waktu, ada saja oknum yang tanpa sepengetahuan Kepala PAUD tersebut, memecah lembaga ini menjadi dua wadah, dengan tempat dan alamat yang sama. Sementara, secara aturan tidak boleh ada dua lembaga dalam satu dusun atau satu lokasi.

Di tengah Mediasi tersebut, Ss, selaku Kepala PAUD membenarkan, “Iya, semula TK dan KB ini berada dalam satu lembaga PAUD Putri Galuh, dimana tanpa sepengetahuan saya selaku Kepala PAUD, namun ternyata telah berdiri sebuah lembaga baru yang bernama KB (Bunga Galuh),” katanya.

Dikatakan Ss, “Lahirnya lembaga ini tentu membutuhkan izin, dan kabarnya, Akta Notaris dari lembaga yang baru ini sudah keluar, sementara izin dari Dikbud belum keluar.”

Menurutnya, dengan terbitnya akta notaris dari lembaga yang baru ini, tentu melibatkan oknum pemerintah desa, sementara dari pihak desa sudah mengetahui bahwa PAUD Putri Galuh ini sudah lama berdiri. “Tapi kok bisa, pihak desa memberikan izin pendirian lembaga baru dalam satu lokasi yang sama. Selain itu juga, kenapa Bendahara memberanikan diri memalsukan Tanda Tangan saya untuk menarik sejumlah dana yang diperuntukkan bagi PAUD Putri Galuh,” terangnya.

Sementara, Rn, mengatakan, “Bahwa KB dan TK masing-masing harus mempunyai izin, sehingga saya mengurus izin tersebut karena saya ingin fokus di Program Kelompok Bermain (KB). Keterkaitan dengan Pemalsuan Tanda Tangan yang diungkap oleh Ibu Ss, memang itu benar. Akan tetapi saya terpaksa melakukan itu, karena Ibu Ss kurang pro-aktif dalam mengurus PAUD tersebut,” akunya.

Kaitannya dengan izin pendirian lembaga KB Bunga Putri Galuh yang ditandatangani oleh Sekdes Montong Baan Selatan, dan tanpa sepengetahuan kepala desa, sementara dalam aturan yang berlaku Sekdes tidak berhak menandatangani hal tersebut, mengingat hal itu menyangkut izin pendirian sebuah lembaga.

Atas hal itu, Kepala Desa mengimbau kepada kedua belah pihak, supaya permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, supaya tidak terjadi permasalahan yang semakin merembet kedepannya. “Mari kita sama-sama pikirkan, dan mari kita duduk bersama untuk berdiskusi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Babinsa dan Polmas Desa Montong Baan Selatan sebagai pengaman dalam mediasi tersebut.

Mediasi dipimpin langsung oleh Kepala Desa Montong Baan Selatan, dan sampai berita ini ditayangkan, kedua belah pihak belum menemukan titik terang, sehingga Mediasi akan dilanjutkan nanti pada hari Rabu, tanggal 27 Mei 2020. (Tim JN)