Terkait Adanya BLT, Wali Nagari se-Kab. Solok Kecewa!

JayantaraNews.com, Kab. Solok

Wali Nagari se-Kabupaten Solok sangat kecewa tentang pembagian bantuan (BLT) di nagari Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang tersebar di 14 kecamatan, 74 nagari.

Karena dari awal sudah disepakati dengan nagari, yang mengusulkan nama yang dapat bantuan dari pusat, provinsi, kabupaten juga nagari setelah selesai direvisi oleh Pemerintah  Kabupaten Solok, seketika pusat sudah mengubah terlebih dahulu, di 74 nagari berkurang KK yang menerima bantuan.

Menurut salah seorang Wali Nagari Batu Bajanjang Ulil Amri, Kecamatan Lembang Jaya kepada awak media mengungkapkan, bagaimana nagari bisa membantu, sedangkan nagari ditargetkan 30% dari dana desa (DD). Pemerintah Nagari sangat kecewa karena bantuan dari pusat. “Lebih baik tidak ada dana BLT dari pada buat nagari panik. Sekarang wali nagari sangat kewalahan menghadapi masyarakat, karena dari awal namanya masuk, namun pas pembagian namanya hilang, dan anehnya yang sudah meninggal, juga masih terdata. Jadi pemerintah pusat mengacu data tahun 2011 yang lalu,” katanya, Senin (1/6/2020).

Belum juga selesai persoalan Corona, namun kini dihadapkan pada persoalan angka kemiskinan yang semakin meningkat pertahunnya.

“Masyakat ibarat “roda pedati”, sekali di atas sekali di bawah. Jadi bantuan BLT ini seakan dijadikan senjata buat wali nagari bersama perangkatnya. Wali nagari meminta kepada Pemkab dan provinsi mencarikan solusinya, untuk 3 bulan kedepannya. Karena wali nagari tidak mau ambil resiko lagi,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, yang selayaknya berhak mendapat, namun malah tidak dapat. (Aji)