H. Djoni Lubis, Ketua Umum Lembaga Aliansi Indonesia: Selamat Hari Lahirnya Pancasila

JayantaraNews.com, Jakarta

Pancasila adalah Dasar Negara yang menjadi Pemersatu Bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam Sidang Dokuritsu Junbi Cosakai

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada tanggal 1 Juni 1945.

Hari ini, Senin (1/6), Tim Media berhasil mewawancarai narasumber, H. Djoni Lubis di kediamannya, seorang Tokoh Fenomenal dan luar biasa cerdas.

Sebagaimana diketahui, H. Djoni Lubis adalah pendiri Lembaga Aliansi Indonesia, yang sekaligus sebagai Ketua Umum Lembaga Aliansi Indonesia.

Di awal bincangan ia memaparkan, bawa Tupoksi Aliansi Indonesia, yakni sebagai social control dalam mendukung  kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Djoni Lubis dengan ramah menyapa teman wartawan, sembari berbagi ilmu pengetahuannya.

Ia memberikan pemahaman terkait Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum, yang merupakan sumber tertib hukum Indonesia, yakni:

1. Pancasila menjadi dasar dalam Penyelenggaraan Negara Indonesia

2. Pancasila menjadi dasar dalam pengaturan dan sistem Pemerintahan Negara Indonesia

3. Pancasila sebagai sumber hukum, yakni sumber yang dijadikan bahan untuk penyusunan peraturan perundang-undangan, dimana diketahui, bahwa sumber hukum terdiri dari sumber hukum Tertulis dan sumber hukum Tidak Tertulis.

– Sumber hukum Tertulis adalah hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan negara.
– Sedangkan sumber hukum Tidak Tertulis, adalah hukum yang hidup dan berkembang di masyarakat, tetapi tidak Tertulis seperti hukum adat atau hukum kebiasaan.

Djoni Lubis mengatakan, bahwa Aliansi Indonesia mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam    Pancasila.

Aliansi Indonesia mempunyai Panca Moral. Nilai-nilai luhurnya Aliansi Indonesia tercermin dalam Panca Moral sebagai barometer kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus mengandung filosofi kehidupan yang arif bagi kehidupan manusia.

Djoni menegaskan, “Panca Moral jika dipahami dan dijadikan pedoman hidup, kemudian dikerjakan, maka Insya Allah akan selamat, berkah dunia dan akhirat,” ucapnya.

Panca Moral Aliansi Indonesia:

1). Permata Hati: Bersihkan hati kita dari rasa iri, sirik, dengki, su’udzon, saling mencurigai, dan rasa sombong. Mari kita tanamkan di hati kita rasa saling memiliki dan mencintai satu sama lain,

2). Penampilan: Harus selalu berpenampilan rapi, bersih, estetis dan berwibawa, sesuaikan busana yang kita gunakan dengan kepentingan, agar terlihat pantas dan serasi dinilai umum,

3). Ucapan: Pelihara lidah kita jika ingin menyampaikan sesuatu, selalu menjaga ucapan dan tutur kata agar tidak menyinggung perasaan orang lain, apalagi sampai menyakiti hati. Ucapkan sesuatu itu dengan jujur, jauhkan diri kita dari kata-kata fitnah, karena fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan,

4). Perilaku: Senantiasa berperilaku sopan, santun, ramah, tertib, bersahaja dan tidak emosional atau temperamental. Tunjukkan sikap yang baik untuk dapat dijadikan suri tauladan bagi orang lain di sekitar kita,

5). Introspeksi: Selalu mawas diri, mengkritisi diri sendiri, evaluasi diri, dan memberikan nilai-nilai terhadap diri sendiri; Hati, penampilan, ucapan dan semua perilaku kita selama ini.

“Jika kita menyikapi, mencerna, merenungi serta menelaah Panca Moral di atas, sudah pantaskah kita menjadi Anggota Aliansi Indonesia?” Demikian H. Djoni Lubis, Ketua Umum Lembaga Aliansi Indonesia mengakhiri. (Red)