Kaum Suku Guci Pancang Pengumuman, Tunda Pekerjaan RSUD Bukittinggi di Lahan Berperkara

JAYANTARA NEWS, Bukittinggi

Keluarga Sonny Efendi Cs dari Kaum Suku Guci memancang pengumuman berupa spanduk di lahan kawasan proyek RSUD Kota Bukittinggi yang sedang dikerjakan, dengan alasan, bahwa masih berjalannya kasus persidangan tanah di tingkat Mahkamah Agung (MA) 

Kuasa Hukum Sonny Efendi Cs, Didi Cahyadi Ningrat, SH mengatakan, bahwa pengumuman pelarangan kegiatan operasional, pelarangan peralihan hak di atas tanah itu, mengingat sedang berperkaranya di Mahkamah Agung RI. “Obyek perkara tersebut bersinggungan dengan tanah yang saat ini sedang berlangsungnya pembangunan gedung RSUD Bukittinggi di Jalan By Pass, Kubu Gulai Bancah, Kota Bukittinggi,” katanya.

“Pengumuman ini kita lakukan guna memberi peringatan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi, agar menghargai hak-hak pemilik tanah yang sah. Atas hak itu sudah dibuktikan dengan adanya penerbitan sertifikat hak milik yang telah diputus oleh PTUN Padang beberapa waktu lalu, dan kita minta supaya tidak adanya pengerjaan dalam bentuk apapun, termasuk juga dengan peralihan hak dan tindakan operasional lainnya terkait dengan pembangunan RSUD yang berimbas dengan obyek perkara. Hal ini untuk memperhatikan dan menghargai proses perkara yang sedang berlangsung di MA RI,” tegas Didi.

Didi menambahkan, “Meskipun materi banding yang diajukan dalam persidangan di PTTUN Medan, Bapak Sonny sempat kalah, namun bukan berarti Pemko Bukittinggi bisa merampas hak-hak pemilik tanah yang saat ini masih berlangsung perkaranya di Mahkamah RI, dengan Akta Kasasi Nomor: 19/G/K/2019/PTUN.PDG”

“Oleh karena obyek perkara tanah seluas 7300 meter persegi tersebut menjadi satu kesatuan dengan tanah yang sedang berlangsung pembangunan gedung RSUD Kota Bukittinggi, maka para pihak yang sedang berperkara untuk menahan diri agar tidak terjadi unsur perbuatan melawan hukum, sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” ucap Didi.

Pengumuman ini bersifat preventif, agar menjadi mekanisme kontrol semua pihak, bahwa obyek tanah RSUD Bukittinggi sedang berperkara di MA RI. “Jika pengumuman ini tidak digubris, maka dalam waktu dekat kita akan melayangkan gugatan pidana ke pengadilan terhadap Sekretaris Daerah Yuen Carnova yang telah menerbitkan sertifikat hak pakai di atas tanah hak milik Bapak Sonny Cs, termasuk tanah Kaum Suku Pisang dan Suku Tanjung,” tandas Didi Cahyadi Diningrat.(Rudi)