Warga Depok Jaya Pertanyakan Distribusi Anggaran Covid-19 di Area Zona Merah

JAYANTARA NEWS, Depok

Kota Depok ada sebanyak 25 wilayah rukun warga (RW) yang ditetapkan penerapan Pengaturan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS), di antaranya wilayah RW 04 Kelurahan Depok Jaya, satu wilayah yang ditetapkan masuk sebagai zona merah.

Menurut Sigit Wahyudi, MM (64), selaku warga RW 04 mengatakan, kami selaku warga RW 04 Kelurahan Depok Jaya, mempertanyakan anggaran penanganan Covid-19, mengingat di wilayah kami ada yang terkena positif Corona, katanya, di Lapangan Irian Jaya, RW 04 Kelurahan Depok Jaya.

“Pasalnya, wilayah kami ini telah terkena zona merah dan telah masuk PPKS, karena ada warga yang terkena Positif Virus Corona. Begitupun soal data warga yang terkonfirmasi Covid di wilayah kami,” imbuhnya.

Sigit juga meminta transparansi data yang updating, “Supaya kami paham dan waspada dalam menjaga lingkungan. Tolong dijelaskan, siapa saja namanya, dimana saja alamatnya warga RW O4 Depok Jaya ini yang terkena Covid-19, karena di antara kami saling tidak tahu, siapa saja yang terkena Covid,” tuturnya.

“Jujur saja, kami sebagai warga merasa resah. Ini menjadi pertanyaan kita, dimana alamat orang-orang yang dikatakan terkena Covid-19 tersebut,” kata mantan RW 04 ini.

Sebab, kata Sigit, penyampaian data yang tidak transparan ini membuat kami resah di tengah masyarakat RW 04, ditambah kurangnya sosialisasi mengenai Covid di warga RW 04 sebagai zona merah. “Data yang kita terima ada 21 orang yang terkena Covid-19. Itu orangnya siapa saja, dimana saja. Kita berharap ada transparansi pemerintah dan perangkat RW mengenai update data dan penggunaan anggaran penanganan Covid-19,” pinta Sigit.

Sementara, Suminten (64) warga RT/RW 06/04 yang tinggal di Perum Depok 1, sejak tahun 1977, salah satu warga yang dikatakan Positif Covid-19, merasa kecewa dengan penanganan Covid dari Pemerintah Kota Depok.

Suminten menceritakan dirinya saat diminta untuk melakukan Rapid dan Swab Test di Laboratorium Kesehatan (Lapkesda) Kota Depok.

“Saya dinyatakan Positif Covid-19. Ketika saya sampai di sana saya langsung ditest. Saya dua kali disuruh Rapid dan Swab Test ke Lapkesda, saya tetap dinyatakan Positif,” ucap Suminten.

“Karena merasa kurang yakin dengan hasil test di Lapkesda Depok, atas inisiatif keluarga, saya pergi melakukan Rapid dan Swab ke Rumah Sakit Mitra dengan biaya sendiri. Namun hasilnya berbanding terbalik dengan hasil test di Lapkesda. Sampai dua kali saya ditest, saya tetap dinyatakan negatif. Saya merasa kurang percaya dengan penanganan dan hasi test yang diselenggarakan pemerintah,” keluh Suminten.

“Saya kurang percaya dengan kesterilan alat yang digunakan di Lapkesda. Karena sampai di sana tanpa ada penjelasan mengenai alat, metode dan penyuluhan Covid-19, namun saya langsung ditest begitu saja. Dan ketika saya tiba disana, alat-alatnya juga sudah dibuka. Berbanding terbalik ketika saya di RS Mitra, ketika saya sebelum ditest diberikan penjelasan,” ungkapnya.

Dikatakan Suminten, “Pihak medis menjelaskan, katanya: Bu tolong perhatikan nama ibu, tangal lahir ibu, ini yah Bu alatnya”, lalu dibuka alatnya dari plastik. Dan kemudian dijelaskan singkat tentang saya akan diapakan,” ujar Suminten, tiru ucapan dari pihak Puskesmas.

Para warga juga mengeluhkan penanganan penanggulangan, dan pencegahan Covid-19 di wilayah RW 04. Dimana penyemprotan dilakukan terkesan formalitas saja.

Sementara itu, Pranowo Sugiarto, MM, Si, selaku Ketua RW 04 saat ditemui awak media di rumahnya menjelaskan, bahwa penyemprotan telah kita lakukan beberapa kali. Di antaranya dari pihak Damkar, pengurus RT dan juga Karang Taruna RW 04,” tuturnya.

– Terkait data orang yang terkena Covid-19, di wilayah Kelurahan Depok Jaya terkhusus di RW 04 –

Mengenai warga yang terkonfirmasi Positif Corona dan hasil Swab warganya, “Saya tidak mengetahui list nama-namanya. Siapa saja dari 21 orang yang dikatakan terkena Covid-19. “Namun itu bukan yang positif saja. Tetapi jumlah dari OTG, ODP, PDP dan yang Positif,” imbuh Pranowo.

“Mengenai tindak lanjut dan penanganan Covid-19 di lingkungan RW 04, kita selalu berkoordinasi dengan kelurahan dan dinas terkait, anggaran yang kita gunakan untuk biaya penyemprotan dan pembuatan spanduk dari swadaya,” lanjutnya.

Dia katakan, kita juga salurkan bantuan berupa sembako kepada warga yang terdampak positif terkena Covid-19. Ketika ditanyakan mengenai SOP dari Dinkes, terkait penanganan Covid-19, “Kami juga kurang tahu, bagaimana SOP nya terhadap masyarakat yang dikatakan terkena Covid-19 tersebut,” jelas Pranowo, Ketua RW 04 itu. (Yi)