Diduga Manipulasi Pengerjaan, Proyek Milyaran DAS Citarik Asal²an

JAYANTARA NEWS, Kab. Bandung

Normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik, yang sekarang masih dalam tahap pengerjaan pengerukan dan pembuatan sempadan sungai, dinilai warga sangat rancu.

Hal ini terbukti, dimana pengerjaan yang hanya sekedar pembuatan sempadan jalan dan melakukan pengerukan yang sesuai, namun terkesan penghamburan uang negara saja.

Baca berita terkait:
– Langgar UU KIP, Pengerjaan Normalisasi DAS Citarik Rancaekek Layaknya Proyek Siluman – https://www.jayantaranews.com/2020/06/58778/

– Imbas Proyek Siluman BBWS Asal²an, Normalisasi Citarik Longsor Lagi – https://www.jayantaranews.com/2020/06/58878/

Padahal, bila dilihat dari nilai anggarannya mencapai Rp.1,7 miliyar, namun dalam pengerjaannya terkesan asal-asalan, seakan tanpa perhitungan yang matang.

Kuat dugaan, anggaran senilai Rp.1,7 milyar itu, hanya menjadi bancakan belaka. Karena, belum juga beres kegiatan normalisasi Citarik yang disinyalir tanpa adanya pemadatan sempadan tersebut, namun sempadan sungai pun satu persatu mulai longsor.

Menurut salah seorang warga Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, saat dimintai keterangannya mengatakan, “Proyek yang bersumber dari anggaran negara itu, seakan hanya sebuah proyek kamuflase. Menyerap anggaran besar, namun bentuk pekerjaan hanya sebatas ada saja,” jelasnya.

“Coba lihat sama Bapak, belum juga selesai pengerjaan, tapi sudah longsor. Terus sempadan Citarik yang longsor itu tanpa diperbaiki, hanya diberikan patok bambu yang tidak layak,” urai warga kepada JAYANTARA NEWS.

“Untuk itu, dari pihak pemerintah maupun aparat penegak hukum yang berwenang, seharusnya turun dan menyelidikinya, bukan duduk menunggu tanpa kerja,” tandas salah seorang warga seputaran DAS Citarik. (Asep S)